Bupati Kampar Komit Lanjutkan Jembatan Pasar Rumbio-Pulau Payung yang Mangkrak 7 Tahun

datariau.com
144 view
Bupati Kampar Komit Lanjutkan Jembatan Pasar Rumbio-Pulau Payung yang Mangkrak 7 Tahun
Foto: Ist.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar saat menerima audiensi Tim Percepatan Pembangunan Kenegerian Rumbio, Kamis (21/5/2026).

KAMPAR, datariau.com - Pemerintah Kabupaten Kampar berkomitmen melanjutkan pembangunan Jembatan Pasar Rumbio-Pulau Payung yang telah mangkrak selama tujuh tahun terakhir. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kampar Ahmad Yuzar saat menerima audiensi Tim Percepatan Pembangunan Kenegerian Rumbio, Kamis (21/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi Wakil Bupati Misharti serta Sekretaris Daerah Kampar M. Ardi Mardiansyah. Hadir pula Kepala Dinas PUPR dan Kepala Dinas Kominfo Kampar.

“Keinginan bapak dan ibu semua sama dengan keinginan kami untuk melanjutkan pembangunan jembatan ini. Kami sudah buatkan proposalnya untuk dilanjutkan ke Kementerian PU, jadi sudah menjadi komitmen kami,” kata Ahmad Yuzar.

Audiensi tersebut digelar setelah masyarakat Kenegerian Rumbio membentuk Tim Percepatan Pembangunan sebagai bentuk dorongan agar proyek yang terbengkalai itu segera diteruskan. Ketua Tim, Datuk Kampar Munasir Maadab, menyebut persoalan jembatan telah lama menjadi keresahan masyarakat.

“Masalah jembatan mangkrak ini menjadi perbincangan anak kemenakan sejak beberapa tahun terakhir. Puncaknya usai Lebaran kemarin kami berkumpul dan sepakat membentuk tim ini,” ujarnya.

Baca juga:Jembatan Pasar Rumbio Mangkrak 7 Tahun, Ninik Mamak dan Tokoh Masyarakat Minta Perhatian Pemerintah


Tim tersebut turut diperkuat sejumlah tokoh masyarakat dan akademisi, di antaranya Prof. Munzir Hutami, Prof. Mashadi, Datuk Godang Pucuk Adat Kenegerian Rumbio Edi Susanto, Sekretaris Tim Muaslam, dan Bendahara Tim Mardisna Husin.

Ketua Harian Tim, Bustami HY, menilai pembangunan jembatan sangat mendesak karena menjadi aspirasi masyarakat di 12 desa Kenegerian Rumbio.

“Apakah ini akan kita biarkan menjadi monumen sepanjang masa sebagai bukti kegagalan pemerintah dalam membangun? Tentu kita tidak mau itu terjadi. Karena itu kami mengambil sisi positifnya untuk duduk bersama agar pembangunan ini bisa dilanjutkan,” katanya.

Sementara itu, Edi Susanto memaparkan nilai historis kawasan Pasar Rumbio yang menjadi lokasi pembangunan jembatan. Ia menyebut masyarakat telah merelakan kawasan sekitar masjid tua di tepian sungai dikosongkan demi pembangunan infrastruktur tersebut.

“Masjid tua di tepian sungai yang lebih dari 50 tahun menjadi kebanggaan masyarakat Rumbio sudah direlakan masyarakat untuk dikosongkan demi berdirinya jembatan ini. Namun hingga hari ini tiang pancang jembatan tak jelas kapan akan dilanjutkan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Muaslam yang mengaku sering mendapat pertanyaan masyarakat terkait kelanjutan proyek itu.

“Setiap duduk di kedai kopi, masyarakat selalu membicarakan jembatan ini. Karena itu kami berharap pembangunan benar-benar diwujudkan,” katanya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)