Mahasiswa KUKERTA UNRI Ajarkan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga di Desa Senderak

datariau.com
134 view
Mahasiswa KUKERTA UNRI Ajarkan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga di Desa Senderak

BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau menggelar kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Senderak, Kecamatan Bengkalis. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk alami yang ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah diproduksi secara mandiri.

Kegiatan yang diikuti masyarakat dan perangkat Desa Senderak tersebut berlangsung interaktif. Selain mendapatkan materi mengenai manfaat POC, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatannya agar dapat diterapkan di rumah maupun di lahan pertanian masing-masing.

Dalam penyuluhan, mahasiswa KUKERTA menjelaskan bahwa Pupuk Organik Cair merupakan pupuk berbentuk cair yang dihasilkan melalui proses fermentasi limbah organik, seperti sisa sayuran dan buah-buahan. Pemanfaatan limbah dapur menjadi POC dinilai mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus menjadi alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pupuk kimia.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Kuala Semundam Sulap Limbah Organik Jadi Pupuk Cair Bernilai Ekonomi


Mahasiswa juga menerangkan bahwa penggunaan pupuk organik secara berkelanjutan dapat membantu menjaga kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta menekan biaya produksi pertanian.

Pada sesi demonstrasi, mahasiswa memperagakan langkah-langkah pembuatan POC menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh, yakni limbah sayuran, air cucian beras, gula merah cair sebagai pengganti molase, EM4 sebagai mikroorganisme pengurai, dan air bersih. Sementara itu, peralatan yang digunakan hanya berupa ember, galon atau wadah bertutup, pisau, serta alat pengaduk.

Peserta mendapatkan penjelasan secara rinci mulai dari proses mencacah limbah sayuran agar lebih cepat terurai, mencampurkan seluruh bahan hingga merata, kemudian menyimpannya di dalam wadah tertutup selama kurang lebih 14 hari.

Baca juga:Sulap Limbah Jadi Cuan, Mahasiswa KUKERTA UNRI Ajarkan Pembuatan POC dan Lilin Aromaterapi di Tempuling


Selama masa fermentasi, wadah harus dibuka secara perlahan setiap dua hari sekali untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi. Setelah proses selesai, cairan yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pupuk organik cair dengan cara disiramkan ke tanah di sekitar tanaman.

Sebagai bentuk praktik nyata, mahasiswa KUKERTA juga membagikan contoh POC yang telah difermentasi selama dua minggu. Pupuk tersebut dibuat menggunakan campuran limbah sayuran dan limbah durian, mengingat buah durian merupakan salah satu komoditas yang banyak dijumpai di Desa Senderak.

Dalam kesempatan itu, peserta juga diberikan pemahaman bahwa POC lebih efektif diaplikasikan ke tanah dibandingkan disemprotkan langsung ke daun atau batang tanaman, karena penyerapan unsur hara akan berlangsung lebih optimal melalui media tanah.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Latih Warga Lubuk Gaung Terapkan Vertikultur dan Pembuatan POC


Kegiatan semakin hidup melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan peserta, mulai dari fungsi gula merah dalam proses fermentasi, manfaat penggunaan air cucian beras, hingga teknik aplikasi POC pada tanaman.

Tim mahasiswa menjelaskan bahwa gula merah berperan sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme sehingga mempercepat proses penguraian bahan organik. Sementara itu, air cucian beras dapat digantikan dengan air biasa, meskipun waktu fermentasi akan menjadi lebih lama.

Salah seorang peserta, Hernita, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.

"Kegiatannya bagus karena bisa mengurangi biaya pembelian pupuk, karena harganya jauh lebih murah daripada pupuk kimia. Apalagi masyarakat di sini mayoritas memiliki kebun. Kegiatan ini juga menambah pengetahuan warga terkait penggunaan pupuk yang lebih murah dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah sayuran ataupun buah yang ada di rumah maupun di kebun," ujarnya.

Baca juga:Kades Sendrak: Gunakan BLT Sesuai Kebutuhan


Apresiasi juga disampaikan Kepala Seksi Pemerintahan Desa Senderak, Muhammad Firdaus. Menurutnya, program yang diinisiasi mahasiswa KUKERTA Universitas Riau sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan pekebun.

"Alhamdulillah, kegiatan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) ini sangat baik dilaksanakan karena memiliki banyak manfaat, terutama bagi masyarakat Desa Senderak yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pekebun. Kegiatan ini menyentuh sektor pertanian yang sangat vital. Masyarakat yang memiliki kebun durian, manggis, maupun tanaman sayuran dapat mempraktikkan pembuatan pupuk ini di rumah dan memanfaatkannya dalam jangka panjang," ungkapnya.

Penulis
: Bima Hardika
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)