Mahasiswa KUKERTA UNRI Kuala Semundam Sulap Limbah Organik Jadi Pupuk Cair Bernilai Ekonomi

datariau.com
121 view
Mahasiswa KUKERTA UNRI Kuala Semundam Sulap Limbah Organik Jadi Pupuk Cair Bernilai Ekonomi

PELALAWAN, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau Tahun 2026 yang bertugas di Desa Kuala Semundam, Kecamatan Bandar Petalangan, menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat melalui program pemanfaatan limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Kegiatan yang digelar di Aula Desa Kuala Semundam ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi.

Program tersebut lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap banyaknya limbah organik rumah tangga maupun pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan edukatif berupa sosialisasi, demonstrasi, hingga pendampingan langsung kepada masyarakat, limbah organik diolah menjadi POC yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. T. Romi Marnelly, S.Sos., M.Si., yang mendorong mahasiswa untuk menghadirkan program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Program tersebut diharapkan mampu memberikan solusi nyata dalam pengelolaan limbah organik sekaligus mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan di Desa Kuala Semundam.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Ketua KUKERTA Desa Kuala Semundam Tahun 2026, Ferdy Aguston Nainggolan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program kerja, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.

"Melalui program ini kami berharap masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair. Selain bermanfaat bagi sektor pertanian, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Kuala Semundam," ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Kuala Semundam, Anton Kasman, S.Pd., memberikan apresiasi atas program yang mengangkat tema "Dari Limbah Organik Menjadi Berkah melalui Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)." Menurutnya, inovasi yang dibawa mahasiswa KUKERTA sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta FISIP UNRI Sosialisasikan Anti-Bullying di SDN 153 Pekanbaru, Tanamkan Budaya Sekolah Ramah Anak


Ia berharap seluruh masyarakat dapat mengikuti dan mendukung setiap rangkaian kegiatan, termasuk praktik pembuatan POC di rumah-rumah warga, sehingga ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku POC, manfaat pupuk organik cair bagi pertanian dan perkebunan, hingga potensi ekonomi dari produksi pupuk tersebut. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Setelah penyampaian materi, mahasiswa KUKERTA mendemonstrasikan secara langsung tahapan pembuatan POC, mulai dari pengenalan alat dan bahan, proses pencampuran limbah organik, fermentasi, hingga teknik penyimpanan agar kualitas pupuk tetap terjaga.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Kenalkan Bonggol Stamp di TK Al-Falah, Asah Kreativitas Anak Lewat Bahan Alami


Tidak hanya berhenti pada proses produksi, mahasiswa juga memberikan pendampingan mengenai teknik pengemasan dan pelabelan produk agar POC memiliki nilai tambah apabila dipasarkan. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktik bersama masyarakat di rumah-rumah warga sehingga peserta mampu memproduksi pupuk organik cair secara mandiri menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.



Dr. T. Romi Marnelly, S.Sos., M.Si., menilai program tersebut menjadi contoh nyata pengabdian kepada masyarakat yang menggabungkan unsur edukasi, inovasi, dan pemberdayaan berbasis potensi lokal. Menurutnya, limbah organik yang selama ini sering dianggap tidak bernilai justru dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi pertanian sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti selama pelaksanaan KUKERTA, melainkan terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai salah satu upaya mendukung pertanian berkelanjutan, mengurangi volume limbah organik, serta menciptakan peluang usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Penulis
: Nabila & Grea Agustin
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)