DUMAI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 menggelar pelatihan vertikultur dan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) bagi masyarakat RT 20, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja KUKERTA yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan sekaligus mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk ramah lingkungan.
Program yang dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Wila Sari Arien, M.Pd tersebut mendapat sambutan antusias dari warga. Selain memberikan materi, mahasiswa juga mengajak masyarakat mempraktikkan langsung teknik vertikultur dan pembuatan pupuk organik cair.
Pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai vertikultur oleh mahasiswa KUKERTA, Shinta Putri Arianti. Dalam penyampaiannya, Shinta menjelaskan bahwa vertikultur merupakan teknik budidaya tanaman secara bertingkat yang sangat sesuai diterapkan pada lahan pekarangan yang terbatas, khususnya di kawasan permukiman.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Dampingi UMKM Desa Simpang Kubu Miliki QRIS, Dorong Percepatan Digitalisasi Pembayaran
Menurutnya, metode vertikultur memiliki banyak manfaat, mulai dari mengoptimalkan pemanfaatan lahan sempit, meningkatkan produktivitas tanaman, memperindah lingkungan rumah, hingga mendukung ketahanan pangan keluarga.
Ia juga memperkenalkan berbagai jenis tanaman yang cocok dibudidayakan menggunakan sistem vertikultur, seperti kangkung, bayam, sawi, selada, cabai, tomat, serta tanaman obat keluarga. Seluruh metode tersebut dapat diterapkan secara sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penyusunan instalasi vertikultur. Mahasiswa bersama masyarakat menyiapkan media tanam, mengisi wadah dengan campuran tanah dan pupuk organik, kemudian menanam bibit sayuran yang telah disediakan.
Baca juga:Bersama DKPP Dumai, Mahasiswa KUKERTA UNRI STDI Ikut Sukseskan Vaksinasi Rabies Se Kota Dumai
Selama proses praktik berlangsung, mahasiswa memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta. Warga juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai teknik penanaman, penyiraman, hingga perawatan tanaman agar mampu tumbuh secara optimal.
Tidak hanya itu, mahasiswa KUKERTA juga memberikan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan kulit buah.
Peserta diperkenalkan mulai dari tahapan persiapan bahan, proses fermentasi, hingga cara penggunaan POC pada tanaman. Pemanfaatan pupuk organik cair tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sekaligus mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai manfaat.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Edukasi Warga Desa Tanjung Pisang Membuat Pupuk Kompos Organik dari Air Cucian Beras
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan, baik mengenai teknik budidaya vertikultur maupun proses fermentasi pupuk organik cair.
Salah seorang warga RT 20, Sumiati, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru melalui pelatihan tersebut.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Sebelumnya kami belum mengetahui bahwa lahan pekarangan yang sempit masih dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran dengan metode vertikultur. Kami juga baru memahami bahwa limbah organik rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman. Ilmu yang diberikan mudah dipahami dan dapat langsung kami terapkan di rumah. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua RT 20, Cahyo. Ia menilai program yang dilaksanakan mahasiswa KUKERTA UNRI memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KUKERTA Universitas Riau yang telah melaksanakan program ini. Kegiatan ini memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai pemanfaatan lahan pekarangan dan pengolahan limbah organik menjadi pupuk yang bermanfaat. Kami berharap ilmu yang telah diberikan dapat diterapkan oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," katanya.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Tanam Mangrove di Pesisir Bengkalis, Perkuat Benteng Alami Cegah Abrasi
Program tersebut dilaksanakan oleh 10 mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Tahun 2026, yakni Shinta Putri Arianti, Fahiruna, Nessha Kahfi, Eda Afrina, Elni Perti, Dina Hariani, Isna Safira, Farid Firmansyah, Alex Sudanro Hutasoit, dan Ikmal Rehan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Wila Sari Arien, M.Pd.
Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui pemberdayaan warga dalam bidang pertanian rumah tangga dan pengelolaan lingkungan.