PEKANBARU, datariau.com - Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) FISIP Berdampak untuk Negeri Universitas Riau (UNRI) Kelompok 40 menggelar edukasi mengenai pengelolaan sampah di Aula Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, Ahad (12/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi pencemaran.
Edukasi ini dihadiri masyarakat Kelurahan Kampung Tengah, perangkat kelurahan, Ketua LPS Pulau Karomah Anditiya Anugrah sebagai narasumber, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Rima Septisia, S.T., M.T.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Warga Teluk Pambang Cegah Diabetes Melitus Lewat Pemanfaatan TOGA
Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pengetahuan mengenai cara memilah dan mengelola sampah yang benar serta pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Koordinator kegiatan menjelaskan, program ini dilaksanakan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Kebiasaan membuang sampah tanpa memisahkan sampah organik dan anorganik dinilai masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.
"Melalui edukasi ini kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Langkah sederhana seperti memilah sampah dapat memberikan dampak besar bagi kebersihan lingkungan," ujar salah seorang mahasiswa Kukerta.
Baca juga:Makaru, Inovasi Camilan Daun Ubi Singkong Khas Riau Antarkan Tim Mahasiswi FEB Universitas Riau Raih Pendanaan P2MW 2026
Dalam pemaparannya, Ketua LPS Pulau Karomah, Anditiya Anugrah, menekankan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.
"Pengelolaan sampah bukan hanya tentang menjaga kebersihan, tetapi juga tentang membangun kepedulian terhadap lingkungan. Jika masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah, maka lingkungan akan menjadi lebih sehat dan bersih," katanya.
Sementara itu, Rima Septisia dari DLHK Kota Pekanbaru menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pihak.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Kolaborasi dengan Peternak Desa Rawa Bangun, Kembangkan Silase untuk Tingkatkan Produktivitas Ternak
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat dan generasi muda, termasuk mahasiswa, sangat dibutuhkan agar budaya mengelola sampah dengan baik dapat terus berkembang di tengah masyarakat," jelasnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Masyarakat terlihat antusias mengikuti setiap sesi dengan menyampaikan berbagai pengalaman mengenai pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggal mereka.
Berbagai solusi sederhana juga dibahas dalam diskusi, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pemanfaatan sampah organik menjadi kompos yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Tanam Ratusan Bibit Durian dan Jengkol di Desa Sungai Besar Rohil
Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Mahasiswa Kukerta FISIP Berdampak untuk Negeri Universitas Riau Kelompok 40 berharap kegiatan ini mampu mendorong masyarakat Kelurahan Kampung Tengah untuk menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Selain memberikan manfaat edukatif bagi masyarakat, program ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan warga dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Latih Warga Bengkalis Olah Manggis Jadi Lempuk Bernilai Ekonomi
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap budaya peduli lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga persoalan sampah dapat ditangani mulai dari tingkat rumah tangga sebagai langkah awal menuju lingkungan yang lebih hijau dan nyaman untuk generasi mendatang.***