Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Warga Desa Lubuk Mas Olah Limbah Organik Menjadi Eco Enzyme

datariau.com
141 view
Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Warga Desa Lubuk Mas Olah Limbah Organik Menjadi Eco Enzyme

ROKAN HULU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme di Desa Lubuk Mas pada 17 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung secara tatap muka di salah satu rumah warga ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah sayur dan buah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan sektor pertanian.

Pelatihan tersebut diikuti oleh ibu-ibu kelompok wirid Desa Lubuk Mas sebagai peserta utama. Mereka mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik langsung mengenai cara mengolah limbah organik menjadi eco enzyme yang memiliki berbagai manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap tingginya jumlah limbah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, sisa sayuran dan kulit buah masih banyak dibuang bersama sampah lainnya sehingga berkontribusi terhadap peningkatan volume sampah domestik. Padahal, limbah tersebut dapat diolah melalui proses fermentasi menjadi eco enzyme yang memiliki nilai guna dan bahkan nilai ekonomi.

Baca juga: Mahasiswa KKN Tematik UNRI 2024 Sosialisasi Pembuatan Sabun dari Eco Enzyme di Aula SDN 06 Sungai Kayu Ara


Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN UNRI menjelaskan konsep dasar eco enzyme, manfaatnya bagi lingkungan, hingga tahapan pembuatannya menggunakan bahan-bahan sederhana seperti limbah sayur dan buah, gula merah atau molase, serta air. Seluruh bahan dicampurkan dengan komposisi 10 bagian air, 3 bagian limbah organik, dan 1 bagian gula merah atau molase, kemudian difermentasi selama kurang lebih tiga bulan untuk menghasilkan eco enzyme yang berkualitas.

Setelah sesi penyampaian materi, peserta diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan eco enzyme. Mahasiswa KKN mendampingi masyarakat mulai dari tahap pemilahan limbah organik, pencampuran bahan, hingga teknik penyimpanan selama masa fermentasi.

Pendampingan tersebut bertujuan agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan proses pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah. Dengan demikian, limbah organik rumah tangga yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang berguna sekaligus bernilai ekonomis.

Baca juga:Ecoenzym: Solusi Ramah Lingkungan untuk Pengelolaan Sampah


Selain diperkenalkan sebagai pembersih alami dan penghilang bau, eco enzyme juga disosialisasikan sebagai pupuk organik cair yang dapat diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman dengan penggunaan satu kali dalam seminggu.

Materi ini mendapat perhatian besar dari peserta mengingat Desa Lubuk Mas merupakan wilayah yang didominasi sektor perkebunan kelapa sawit. Pemanfaatan eco enzyme dinilai memiliki potensi menjadi alternatif pendukung dalam pemeliharaan tanaman sawit secara lebih ramah lingkungan.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa penggunaan eco enzyme sebagai pupuk organik cair dapat membantu meningkatkan kualitas tanah melalui penambahan unsur organik, memperbaiki aktivitas mikroorganisme tanah, serta mendukung pertumbuhan tanaman apabila diaplikasikan sesuai kebutuhan. Pemanfaatan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI Sosialisasi Pemamfaatan Pengolahan Limbah Organik Menjadi Sabun Cair Ramah Lingkungan dengan Eco-Enzyme


Humas Mahasiswa KKN Universitas Riau, Andre Setiawan Napitupulu dan Muhammad Dwi Nugrah dari Fakultas Pertanian, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan aspek pelestarian lingkungan dan pengembangan pertanian.

Menurut mereka, inovasi sederhana seperti pembuatan eco enzyme dapat menjadi solusi yang mudah diterapkan dalam mengurangi limbah organik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani kelapa sawit.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat tidak lagi memandang limbah sayur dan buah sebagai sampah yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Selain membantu mengurangi volume sampah organik, eco enzyme juga berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair yang dapat mendukung produktivitas tanaman, khususnya kelapa sawit yang menjadi komoditas utama masyarakat Desa Lubuk Mas," ujar Andre.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Perkenalkan Eco Enzyme Kepada Kelompok Tani Desa Keritang


Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selama sosialisasi maupun praktik berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar proses fermentasi, teknik penyimpanan, hingga cara penggunaan eco enzyme pada tanaman kelapa sawit maupun tanaman pekarangan.

Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan besarnya minat terhadap inovasi pengelolaan limbah yang sederhana, mudah diterapkan, dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Desa Lubuk Mas juga memberikan apresiasi terhadap program yang dilaksanakan mahasiswa KKN Universitas Riau. Menurut pemerintah desa, kegiatan tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat karena tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi limbah organik rumah tangga, tetapi juga berpotensi mendukung budidaya kelapa sawit melalui pemanfaatan pupuk organik cair yang lebih ramah lingkungan.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah organik secara mandiri sekaligus mengoptimalkan hasil fermentasi sebagai alternatif yang mendukung produktivitas perkebunan.

Baca juga:Manfaatkan Limbah Sayur, Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Suak Merambai Sosialisasikan Pembuatan Pupuk Organik Eco-Enzyme


Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Riau berharap masyarakat Desa Lubuk Mas dapat menerapkan pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan dan menjadikan eco enzyme sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Dengan memanfaatkan limbah sayur dan buah menjadi pupuk organik cair maupun produk ramah lingkungan lainnya, masyarakat diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan nilai tambah limbah rumah tangga, serta mendukung pengembangan sektor pertanian yang lebih berkelanjutan di Desa Lubuk Mas.***

Penulis
: Muhammad Dwi Anugrah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)