Mahasiswa KKN UNRI Ajarkan Pembuatan Sabun Cuci Piring Alami dari Daun Pandan kepada PKK di Desa Sungai Sitolang

datariau.com
95 view
Mahasiswa KKN UNRI Ajarkan Pembuatan Sabun Cuci Piring Alami dari Daun Pandan kepada PKK di Desa Sungai Sitolang

DATARIAU.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi dan demonstrasi pembuatan sabun cuci piring alami berbahan dasar daun pandan di Aula Desa Sungai Sitolang, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 20 anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sungai Sitolang yang antusias mempelajari pemanfaatan tanaman pandan sebagai produk rumah tangga bernilai guna.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN UNRI dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat. Selain memberikan keterampilan baru, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan bahan alami yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Mahasiswa KKN UNRI menggagas inovasi ini setelah melihat banyaknya tanaman pandan yang tumbuh di pekarangan rumah warga, namun selama ini hanya dimanfaatkan sebagai pewangi makanan dan minuman. Padahal, daun pandan diketahui mengandung senyawa saponin dan flavonoid yang memiliki sifat antibakteri serta aroma khas yang mampu membantu menghilangkan bau amis pada peralatan makan.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Pelatihan Inovasi Olahan Ice Cream dari Buah Bengkoang


Pemateri kegiatan, Nur Hidayah, menjelaskan bahwa ide tersebut berawal dari rasa ingin tahu mahasiswa terhadap potensi lain dari daun pandan.

"Awalnya kami cuma iseng cari tahu, ternyata pandan bisa dipakai bikin sabun. Setelah dicoba, hasilnya lumayan bagus," ujarnya.

Dalam demonstrasi, mahasiswa memperagakan seluruh tahapan pembuatan sabun cuci piring secara langsung. Proses dimulai dengan mengekstrak daun pandan, kemudian menyaring hasil ekstraknya sebelum dicampurkan dengan bahan dasar sabun dan sedikit garam dapur sebagai pengental.

Peserta tampak aktif mengikuti setiap tahapan. Sebagian ibu-ibu PKK mencatat komposisi bahan dan langkah pembuatannya, sementara peserta lainnya mencoba mencium aroma sabun yang baru selesai dibuat. Suasana berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai cara pembuatan, penyimpanan, hingga ketahanan produk.

Baca juga:Pengabdian Kepada Masyarakat, Mahasiswa Kukerta UNRI Ajak Ibu PKK Menanam Tanaman Obat Keluarga di Lahan Desa Sumber Makmur


Sebagai bentuk praktik langsung, sabun cuci piring yang berhasil dibuat selama demonstrasi tidak dibawa pulang oleh mahasiswa. Seluruh hasil produksi dibagikan kepada peserta agar dapat langsung digunakan di rumah dan menjadi bahan evaluasi sebelum mencoba membuatnya secara mandiri.

Ketua PKK Desa Sungai Sitolang, Ratmala, mengapresiasi kegiatan yang dinilai memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat.

"Baru tahu kalau daun pandan bisa jadi sabun, wanginya berbau khas pandan, dan busanya juga banyak," katanya sambil memperlihatkan sabun yang dibawanya pulang.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Menurutnya, pelatihan tersebut membuka wawasan ibu-ibu PKK bahwa tanaman yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai pelengkap masakan ternyata memiliki nilai tambah sebagai produk kebutuhan rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNRI berharap masyarakat dapat mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar rumah. Selain membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan sabun cuci piring, inovasi ini juga berpotensi menjadi peluang usaha skala rumahan apabila dikembangkan lebih lanjut.

Program sosialisasi dan demonstrasi pembuatan sabun cuci piring alami dari daun pandan menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa KKN UNRI dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Dengan meninggalkan keterampilan yang mudah diterapkan dan memanfaatkan sumber daya yang melimpah di desa, mahasiswa berharap inovasi sederhana tersebut dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sungai Sitolang setelah masa KKN berakhir.***

Penulis
: Muhammad Baihaqi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)