SMM PANEL INDO

Mahasiswa FBN UNRI dan Ibu-Ibu PKK Kota Tinggi Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomis

datariau.com
109 view
Mahasiswa FBN UNRI dan Ibu-Ibu PKK Kota Tinggi Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomis

PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Fisip Berdampak untuk Negeri (FBN) Universitas Riau (UNRI) bersama Ibu-Ibu PKK Kelurahan Kota Tinggi, Kecamatan Pekanbaru Kota, berkolaborasi mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang bernilai ekonomis.

Kegiatan tersebut dikemas dalam workshop pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah yang digelar di Kantor Kelurahan Kota Tinggi, Jalan Gatot Subroto, Jumat (17/7/2026).

Workshop ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa FBN UNRI dalam mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi di Desa Palung Raya


Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai bahaya minyak jelantah apabila dibuang secara sembarangan. Mahasiswa FBN UNRI menjelaskan bahwa limbah minyak dapur yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari sumber air dan mengganggu keseimbangan ekosistem.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman bahwa minyak jelantah tidak selalu harus berakhir sebagai limbah. Dengan pengolahan yang tepat, minyak bekas memasak dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk kreatif, salah satunya lilin aromaterapi.

Lilin aromaterapi dipilih karena memiliki nilai estetika sekaligus potensi ekonomi. Produk tersebut dapat digunakan untuk menciptakan suasana rileks di rumah dan dikembangkan menjadi produk usaha rumahan dengan kemasan serta aroma yang menarik.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Ibu-Ibu Desa Sei Beberas Hilir Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun Cuci Tangan Bernilai Ekonomis


Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan lilin aromaterapi. Mahasiswa FBN UNRI terlebih dahulu mendemonstrasikan proses penyaringan minyak jelantah untuk menghilangkan kotoran.

Selanjutnya, minyak yang telah disaring dicampurkan dengan bahan pengeras dan pewangi aromaterapi. Campuran tersebut kemudian dicetak menggunakan wadah yang telah disiapkan sebelum memasuki proses pendinginan hingga lilin mengeras.

Ibu-Ibu PKK Kota Tinggi turut mempraktikkan seluruh tahapan tersebut secara berkelompok dengan pendampingan mahasiswa. Suasana workshop berlangsung interaktif karena peserta dapat langsung mencoba proses pengolahan sekaligus berdiskusi mengenai kemungkinan pengembangan produk.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Edukasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di SDN 025 Tambang


Salah seorang mahasiswa FBN UNRI mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ganda kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap Ibu-Ibu PKK Kota Tinggi tidak hanya memahami bahaya limbah minyak jelantah, tetapi juga dapat mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan mengolah limbah rumah tangga menjadi produk kreatif penting untuk terus dikembangkan. Pasalnya, minyak jelantah merupakan limbah yang cukup mudah ditemukan dalam aktivitas rumah tangga, tetapi pemanfaatannya masih belum optimal.

Dengan adanya workshop tersebut, masyarakat diharapkan mulai melihat minyak jelantah dari sudut pandang berbeda. Bukan sekadar limbah yang harus dibuang, tetapi juga bahan yang dapat diolah menjadi produk kreatif sekaligus berpotensi menambah pendapatan keluarga.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Para peserta menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa FBN UNRI tersebut. Ibu-Ibu PKK Kota Tinggi mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai pengelolaan minyak jelantah dan cara mengubahnya menjadi produk yang memiliki manfaat serta nilai ekonomi.

Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan materi pengolahan limbah atau keterampilan lainnya. Dengan demikian, semakin banyak warga yang memiliki kemampuan memanfaatkan limbah rumah tangga secara produktif.

Program workshop tersebut terlaksana melalui kolaborasi seluruh anggota Tim Fisip Berdampak Kelurahan Kota Tinggi, yakni Riza Gusvita, Mentari Novelia, Rahma Yani Saputri, Alya Zahwa Inayah, Bram Harry Paskah Situmorang, Imelda Rizky Fuaziah, Muhammad Ridho Azani, Nashwa Azhka, Rindiani Marta, Ragel Repalina, Salsabila D. Awra, dan Wanda Inayah Rahma.

Kolaborasi mahasiswa FBN UNRI dan Ibu-Ibu PKK Kota Tinggi tersebut menjadi salah satu contoh upaya sederhana dalam mengurangi limbah rumah tangga sekaligus mendorong lahirnya produk kreatif. Melalui inovasi tersebut, minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dapat disulap menjadi lilin aromaterapi yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis.***

Penulis
: Riza Gusvita
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)