PEKANBARU, datariau.com - Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai kegiatan edukatif bertema Bela Negara yang digelar mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) di SD Al Rasyid Pekanbaru, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan karakter positif kepada siswa sejak usia dini.
Puluhan siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Sejak awal acara, para peserta aktif berpartisipasi dalam berbagai sesi edukasi yang disampaikan mahasiswa dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Farmasi UMRI yang terdiri atas Najwa Rahadatul Aishy, Dwi Mulyani S, Nayla Asshary, Iksa Sari, Muhammad Afif Ridho, Khairani Amelia Syahputri, Ratqa Adhytia Ramadhan, Mulia Annisa Azzahra, R. Adra Nanda Alisa Putri, dan Sri Gendis Putri.
Baca juga:Mahasiswa Farmasi UMRI Tanamkan Semangat Bela Negara kepada Anak Panti Asuhan As Salam Nur Hidayah Pekanbaru
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa bela negara bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan seperti TNI dan Polri, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa sesuai dengan kemampuan dan lingkungannya masing-masing.
Untuk memudahkan pemahaman siswa sekolah dasar, konsep bela negara diperkenalkan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari disiplin belajar, menghormati guru dan orang tua, menaati peraturan sekolah, menjaga kebersihan lingkungan, hingga membangun sikap saling menghargai dan menghindari perundungan di lingkungan pergaulan.
“Bela negara itu tidak harus dilakukan dengan hal-hal besar. Sebagai pelajar, menjaga disiplin, bertanggung jawab, dan menghormati sesama juga merupakan bentuk nyata cinta tanah air,” ujar salah seorang pemateri di hadapan peserta.
Baca juga:Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau Gelar Sosialisasi Bela Negara di SMPN 37 Pekanbaru
Tak hanya berisi penyampaian materi, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan sesi kuis berhadiah yang disambut antusias oleh para siswa. Mereka berlomba-lomba menjawab pertanyaan yang diajukan mahasiswa terkait materi yang telah disampaikan.
Setiap jawaban yang benar mendapatkan hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi. Selain menambah semangat peserta, metode ini juga menjadi sarana efektif untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi bela negara.
Suasana kelas pun semakin hidup dengan gelak tawa dan interaksi positif yang terjalin antara mahasiswa dan peserta didik. Kegiatan edukasi yang dikemas secara kreatif ini berhasil menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Baca juga:Mahasiswa FEB UMRI Sosialisasi Bela Negara Era Modern di SMKN 7 Pekanbaru
Selain kuis, sesi diskusi juga berlangsung aktif. Para siswa terlihat berani mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pendapat mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari penggunaan media sosial, pentingnya menjaga pertemanan yang sehat, hingga cara menyikapi perbedaan di lingkungan sekolah.
Mahasiswa memberikan penjelasan dengan bahasa yang ringan dan komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta. Pendekatan tersebut membuat suasana diskusi berlangsung santai namun tetap edukatif.
Salah seorang siswa mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai makna bela negara setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Awalnya saya pikir bela negara itu hanya tentang tentara dan perang. Ternyata sebagai pelajar juga bisa melakukannya dari hal-hal kecil seperti disiplin dan menghormati orang lain,” ujarnya antusias.
Baca juga:Mahasiswa UMRI Sosialisasikan Bela Negara di SMK Negeri 7 Pekanbaru, Tanamkan Nilai Kebangsaan Sejak Dini
Ketua kelompok kegiatan, Ratqa Adhytia Ramadhan, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter positif siswa sejak dini sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki peran dalam menjaga bangsa.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat membuka wawasan adik-adik bahwa bela negara tidak harus dilakukan melalui tindakan besar. Justru kebiasaan-kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari seperti disiplin, tanggung jawab, dan menghormati sesama merupakan bagian dari bela negara,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang berlangsung penuh keakraban. Momen tersebut menjadi penutup hangat dari rangkaian kegiatan yang berjalan lancar, edukatif, dan menyenangkan.
Melalui program pengabdian ini, mahasiswa Farmasi UMRI berharap nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, toleransi, serta cinta tanah air dapat terus tertanam dalam diri siswa sejak usia dini. Dengan demikian, generasi muda Indonesia tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan semangat kebangsaan yang kokoh dalam menghadapi tantangan masa depan.***
Baca juga:Mahasiswa UMRI Sosialisasikan Nilai Pancasila dan Bela Negara di Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah Pekanbaru