SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar sosialisasi tentang cyberbullying kepada siswa SDN 15 Kampung Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Cyberbullying” tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa KKN Kelompok 30 kepada masyarakat. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya perundungan di dunia digital sekaligus mendorong mereka agar lebih bijak, santun, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi serta media sosial.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan bahwa cyberbullying merupakan tindakan perundungan yang dilakukan melalui media digital, seperti media sosial, aplikasi pesan, maupun berbagai platform internet. Perundungan tersebut dapat berupa mengejek, menghina, mempermalukan, menyebarkan informasi yang merugikan, hingga mengucilkan seseorang melalui ruang digital.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 04 Edukasi Siswa SMPN 03 Buantan Besar tentang Pergaulan Sehat
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi di internet. Mahasiswa mengajak siswa untuk berpikir terlebih dahulu sebelum mengunggah, memberikan komentar, maupun membagikan suatu informasi di media sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa bahwa bercanda di dunia digital juga memiliki batas. Apa yang ditulis atau dibagikan di internet dapat berdampak kepada orang lain. Karena itu, penting untuk selalu menggunakan media sosial dengan bijak dan saling menghargai,” ujar Ketua Kelompok 30 KKN UMRI, Bambang Ardiansyah.
Selain mengenalkan pengertian dan contoh cyberbullying, mahasiswa juga menjelaskan langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila siswa menemukan atau mengalami tindakan perundungan di dunia digital.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI 29 Sosialisasi Pencegahan Bullying di SDN 06 Kampung Sengkemang, Wujudkan Lingkungan Sekolah Aman dan Ramah
Siswa diarahkan agar tidak membalas tindakan tersebut dengan perundungan yang sama. Mereka juga diminta segera menceritakan persoalan yang dialami kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan menggunakan bahasa sederhana serta contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari para siswa. Metode tersebut diterapkan agar materi lebih mudah dipahami sekaligus mendorong siswa untuk berani menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka dalam menggunakan teknologi.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti materi, menjawab pertanyaan, serta berpartisipasi dalam sesi diskusi yang disampaikan mahasiswa KKN. Suasana kegiatan berlangsung edukatif dan menyenangkan sehingga pesan mengenai pentingnya mencegah cyberbullying dapat diterima dengan baik.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 39 Edukasi Pelajar tentang Bahaya HIV, Seks Bebas, dan Penggunaan Gadget
Pihak SDN 15 Kampung Rantau Panjang turut menyambut baik kegiatan edukasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN Kelompok 30 UMRI. Sosialisasi dinilai relevan mengingat anak-anak saat ini semakin dekat dengan penggunaan teknologi dan internet dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 30 UMRI berharap siswa tidak hanya memahami bahaya cyberbullying, tetapi juga mampu menerapkan sikap saling menghargai dalam berinteraksi, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital.