KAMPAR, datariau.com - Pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) merupakan salah satu dari tridharma perguruan tinggi yang harus dilakukan bagi dosen, oleh sebab itu Tim dosen UNRI yang terdiri dari Ir Ardian MS (ketua) dengan anggota Ir Muriniati MP Elza Zuhri MP, Ir Nurbaiti MSi, Sri Yoseva SP MP bersama dengan 10 orang mahasiswa KKN Integrasi dengan ketua Aldi melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan petani tentang Teknik Mengatasi Layu Pada Tanaman Cabai di Desa Padang Mutung Kecamatan Kampar.
Menurut Ardian, agribisnis cabe di Riau khususnya di Desa Padang Mutung suatu peluang usaha tani yang menguntungkan mengingat kebutuhan cabe yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, sehingga Riau masih kekurangan cabe yang didatangkan dari Provinsi tetangga, seperti Sumbar, Sumut dan Jawa.
Keberhasilan penanaman cabe salah satunya ditentukan dari kemampuan petani mengatasi kegagalan panen dari serangan hama penyakit seperti jamur, keriting daun dan lainnya.
Oleh sebab itu Tim Abdimas dan mahasiswa KKN Integrasi UNRI memberikan penyuluhan dan disikusi cara mengatasi serangan jamur, keriting daun dan hama penyakit lainnya yang dapat menurunkan produksi bahkan sampai gagal panen. Abdimas diikuti oleh ibu-ibu PKK dan petani didusun Palutan, Desa padang Mutung.
Pada kegiatan Abdimas ini juga dibuat demplot penanaman cabe sebagai wadah bagi masyarakat dan petani untuk melakukan praktek, mulai dari proses pembibitan, pemasangan slang drip, mulsa plastik, penanaman, pemupukan sampai pemeliharaan tanaman, pengendalian jamur, hama penyakit dan obat atau racun yang digunakan untuk mengatasi jamur dan penyakit pada tanaman cabe.
Ardian yang juga sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Integrasi mengatakan, yang dikuatirkan atau ditakuti petani menanam cabe adalah serangan jamur baik dari tanah maupun daun serta keriting daun, biasanya tindakan yang dilakukan petani adalah dengan mencabut tanaman tersebut agar tidak menyebar ketanaman lainnya, dalam kondisi serangan yang tidak terkendali maka petani membiarkan saja tanamannya mati atau gagal panen.

Aldi sebagai ketua KKN Integrasi mengatakan, salah satu moto program KKN di desa Padang Mutung ada rumah ada tanaman cabe, dengan tujuan gerakan penanaman cabe di pekarangan rumah, akan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi kebutuhan serta mengurangi belanja bagi ibu rumah tangga, serta jadi hobi dalam penataan pekarangan perumahan, tindak lanjutnya pada abdimas juga memberikan bibit cabe kepada ibu PKK dan petani.
Syaiful sebagai Kepala Desa Padang Mutung, menyambut baik kegiatan abdimas ini, dimana sebagian besar masyarakatnya umumnya bertanam padi, dengan adanya abdimas ini, petani didesanya dapat memahami cara mengatasi jamur pada tanaman jamur dan mulai bertanam cabe, diharapkan akan dapat meningkatkan pendapatan petani di Desa Padang Mutung. (Rasyid Nur Ramadhan)