Hutan Adat Imbo Putui Jadi Model Pengelolaan, Peneliti Puji Inisiatif Lokal dan Solidaritas Komunitas

datariau.com
2.594 view
Hutan Adat Imbo Putui Jadi Model Pengelolaan, Peneliti Puji Inisiatif Lokal dan Solidaritas Komunitas

PEKANBARU, datariau.com - Tim peneliti dari Universitas Riau dan Boemihijau Institute menilai pengelolaan Hutan Adat Imbo Putui berhasil dan layak menjadi contoh bagi daerah lain. Hal ini disampaikan dalam diskusi lapangan yang digelar pada Kamis (25/9/2025). Diskusi ini dihadiri sekitar 15 orang, termasuk Ketua Lembaga Pengelola Hutan Adat (LPHA) Imbo Putui, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta aparat pemerintah Desa Petapahan yang diwakili oleh Kasi Kesejahteraan.

Dalam diskusi tersebut, Ketua Tim Penelitian, Dr T Romi Marnelly SSos MSi, menyampaikan bahwa kondisi pengelolaan hutan adat di Imbo Putui menunjukkan praktik yang baik, dimana inisiatif lokal berkembang, pengelola solid, dan hubungan antar unsur masyarakat berjalan harmonis.

"Di sini (hutan adat Imbo Putui) pengelolaannya bagus. Inisiatif lokal berkembang dengan baik, pengelola solid dan saling mendukung. Begitu juga dengan unsur tali bapilin tigo (pemerintah, adat dan ulama/tokoh masyarakat) memiliki hubungan harmonis untuk menjaga hutan," ujar Dr T Romi Marnelly SSos MSi.

Meski memuji keberhasilan, Dr T Romi Marnelly SSos MSi, juga menyoroti berbagai tantangan yang kerap dihadapi pengelolaan hutan adat, antara lain keterbatasan dana, perbedaan persepsi antar pihak, serta konflik kepentingan yang dapat berdampak negatif. Menurutnya, kunci keberhasilan yang terlihat di Imbo Putui adalah penurunan ego dan solidaritas para pihak. Keduanya berperan baik untuk mengatasi kendala yang selama ini dihadapi oleh pengelola.

Dalam forum yang sama, Ketua LPHA Imbo Putui yang akrab dipanggil Bapak Bren, mengakui bahwa pendanaan menjadi salah satu kendala utama. Namun ia membagikan pengalaman pengelolaan yang menekankan gotong royong dan keterbukaan kemitraan.

"Kami di sini tidak berpikir tentang apa yang akan didapatkan. Terkadang memang semua dari inisiatif anggota dan masyarakat. Tidak ada paksaan apapun (finansial atau tenaga). Kita membangun sama-sama. Untuk mendukung pemasukan pengelola kami mengembangkan potensi yang ada, seperti pembibitan, perkemahan, dan rencana budidaya ikan. Kami juga terbuka dengan siapapun menjadi mitra. Alhamdulillah beberapa yang terbangun di Imbo Putui adalah dukungan dari banyak pihak," kata Pak Bren.

Dalam pernyataan terpisah di Kantor Desa Petapahan, Sekretaris Desa Khairul Efendi ST, menegaskan dukungan penuh pemerintah desa terhadap upaya pelestarian hutan. "Apapun kegiatan, pemerintah desa mendukung, karena menjaga hutan adalah kewajiban bersama," ujarnya.

Kegiatan diskusi ini merupakan bagian dari penggalian data lapangan dalam penelitian yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)