SMM PANEL INDO

Dari Sampah Rongsokan Menjadi Karya, KKN UMRI Kelompok 149 Hadirkan Ecobrick di LBS V

datariau.com
132 view
Dari Sampah Rongsokan Menjadi Karya, KKN UMRI Kelompok 149 Hadirkan Ecobrick di LBS V
Foto: Ist.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 149 di Desa Lambang Sari V (LBS V), Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu.

INDRAGIRI HULU, datariau.com - Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai disulap menjadi karya bermanfaat oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 149 di Desa Lambang Sari V (LBS V), Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu.

Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Lita Nafratilova, S.SiT., M.Keb., mahasiswa KKN Kelompok 149 melaksanakan program pemanfaatan sampah melalui pembuatan ecobrick. Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut dari sosialisasi pemanfaatan sampah yang sebelumnya telah mereka lakukan di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa mengumpulkan dan memilah sampah rongsokan yang masih dapat dimanfaatkan. Sampah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam botol plastik dan dipadatkan hingga menghasilkan ecobrick yang kokoh.

Baca juga: KKN 113 UMRI Sulap Sampah Tutup Botol Jadi Gantungan Kunci Indah Bersama Pemuda Desa Sungai Harapan


Program tersebut tidak hanya menjadi upaya mengurangi penumpukan sampah, tetapi juga menunjukkan bahwa barang bekas dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.

Hasil karya ecobrick kemudian diberikan sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Lambang Sari V.

Kepala Desa Lambang Sari V, Safrizal, mengapresiasi karya yang dihasilkan mahasiswa KKN UMRI Kelompok 149.

“Terima kasih kepada ananda anak KKN UMRI Kelompok 149. Ini adalah hasil karya kalian dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Lambang Sari V. Karya ini juga akan dikenang lama oleh masyarakat,” ujar Safrizal.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 21 Ajak Anak TK Nurul Huda Sulap Limbah Plastik Jadi Karya Mozaik


Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN di desa diharapkan tidak sekadar menjalankan program, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang dapat dikenang masyarakat.

“Inilah harapan saya sebagai kepala desa, anak-anak KKN ini bisa menampilkan sesuatu yang dapat dikenang selama-lamanya. Minimal ini bisa bertahan tiga tahun,” katanya.

Safrizal juga berpesan agar pengalaman selama menjalankan KKN dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus memberikan manfaat di tengah masyarakat.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 24 Ubah Limbah Plastik Jadi Paving Block di Ponpes Riyadus Sholihin


“Terima kasih kepada anak-anak semua. Mudah-mudahan nantinya kalian menjadi anak yang berguna bagi bangsa, agama, dan kedua orang tua,” ucapnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)