GABUNG MAKMUR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan edukasi kreatif bertajuk “Mozaik Fun” bersama peserta didik TK Nurul Huda, Desa Gabung Makmur. Kegiatan tersebut mengangkat tema pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan untuk menghasilkan karya seni.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas TK Nurul Huda itu diikuti oleh 13 peserta didik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kepada anak-anak sekaligus mengajarkan bahwa limbah plastik dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bernilai guna.
“Mozaik Fun” dirancang sebagai kegiatan edukasi yang menyenangkan dan sesuai dengan usia anak-anak. Peserta didik tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai lingkungan, tetapi juga diajak secara langsung membuat karya dengan memanfaatkan bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sampah.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 49 Gelar Pelatihan Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Paving Block di Sabak Permai
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), Nurul Aini, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Untuk menciptakan suasana yang ceria sekaligus meningkatkan semangat peserta didik, mahasiswa KKN kemudian mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan ice breaking.
Suasana semakin meriah ketika peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti kegiatan utama. Dengan didampingi mahasiswa KKN Kelompok 21, mereka diajak menggunakan potongan limbah plastik sebagai bahan dalam membuat karya mozaik.
Para peserta didik diberikan kebebasan untuk menyusun dan menempelkan potongan bahan sesuai dengan kreativitas dan imajinasi masing-masing. Mahasiswa KKN turut memberikan arahan serta mendampingi anak-anak selama proses pembuatan karya.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 43 Manfaatkan Limbah Cangkang Telur dan Air Cucian Beras Menjadi Pupuk Organik Cair
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana bermain, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang membantu mengembangkan berbagai kemampuan anak. Di antaranya kreativitas, imajinasi, koordinasi tangan dan mata, serta keterampilan motorik halus.
Selain itu, penggunaan limbah plastik sebagai bahan karya seni diharapkan dapat menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Anak-anak diperkenalkan pada konsep sederhana bahwa barang yang sudah tidak terpakai tidak selalu harus langsung dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya yang menarik.
Muhammad Hafizh selaku PDD KKN Kelompok 21 mengatakan, kegiatan “Mozaik Fun” diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak untuk belajar menjaga lingkungan dengan cara yang menyenangkan. Limbah plastik yang biasanya dianggap sebagai sampah dapat dimanfaatkan menjadi karya yang kreatif. Kami berharap kebiasaan untuk peduli terhadap lingkungan dapat mulai ditanamkan sejak usia dini,” ujarnya.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Antusiasme peserta didik terlihat sepanjang proses pembuatan mozaik. Mereka aktif mengikuti arahan mahasiswa KKN dan menunjukkan kreativitas dalam menyusun serta menempelkan bahan yang telah disediakan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana ceria dan interaktif. Pendampingan mahasiswa KKN juga membuat peserta didik lebih mudah memahami tahapan pembuatan mozaik sekaligus berani menuangkan ide mereka ke dalam karya.