KERINCI KANAN, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 24 Desa Delima Jaya menunjukkan inovasi dalam pengelolaan sampah melalui demonstrasi pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block di Pondok Pesantren Riyadus Sholihin, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Riau.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN kepada masyarakat sekaligus upaya memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah, khususnya limbah plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai secara alami.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep pemanfaatan kembali limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Plastik yang selama ini kerap dipandang sebagai sampah tidak bernilai diperkenalkan sebagai salah satu material yang dapat dimanfaatkan melalui proses pengolahan yang tepat untuk menghasilkan paving block.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 49 Gelar Pelatihan Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Paving Block di Sabak Permai
Demonstrasi dilakukan secara langsung agar para peserta dapat memahami proses pembuatan secara lebih mudah. Mahasiswa KKN menjelaskan sejumlah tahapan, mulai dari pengumpulan limbah plastik, pemilahan berdasarkan jenisnya, persiapan bahan, proses pencampuran, hingga pencetakan paving block.
Menurut mahasiswa KKN Kelompok 24, pemilahan sampah menjadi bagian penting dalam pengelolaan limbah. Sampah perlu dipisahkan berdasarkan jenis dan karakteristiknya sehingga material yang masih dapat dimanfaatkan tidak langsung berakhir di tempat pembuangan.
Melalui pemilahan tersebut, limbah plastik yang terkumpul dapat dimanfaatkan kembali untuk keperluan tertentu. Selain mengurangi volume sampah, pemanfaatan kembali juga dapat menjadi langkah sederhana dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 62 Edukasi Bahaya Sampah Plastik di Desa Bunsur
Pada sesi demonstrasi, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi secara teori, tetapi juga memperagakan proses pengolahan limbah plastik hingga menjadi paving block. Peserta dapat melihat secara langsung bagaimana material yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi produk yang memiliki bentuk dan fungsi baru.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengamati setiap tahapan, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi dengan mahasiswa mengenai proses pengolahan limbah plastik tersebut.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti demonstrasi dengan memperhatikan penjelasan mahasiswa dan melihat secara langsung proses pembuatan paving block dari limbah plastik.
Baca juga:Pemberdayaan Masyarakat Desa Mekar Sari Melalui Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Paving Block
Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 24 berharap kegiatan tersebut dapat membuka wawasan masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan Pondok Pesantren Riyadus Sholihin, bahwa persoalan sampah dapat diatasi melalui berbagai inovasi sederhana.
Pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Apabila dilakukan dengan pengelolaan yang baik, inovasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Selain mengurangi keberadaan limbah plastik, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan memilah dan mengolah sampah dari sumbernya. Kesadaran tersebut dinilai penting karena persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Baca juga:Disebar ke Semua Media Sosial, Ribuan Berita KKN Mahasiswa di Data Riau Cepat Viral
Kegiatan demonstrasi ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian program kerja KKN UMRI Kelompok 24 selama melaksanakan pengabdian di Desa Delima Jaya. Mahasiswa berupaya menghadirkan program yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga dapat memberikan keterampilan dan pengetahuan praktis kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN ingin menanamkan pemahaman bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak memiliki manfaat masih dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai apabila didukung kreativitas, pengetahuan, dan pengelolaan yang tepat.