KAMPAR, datariau.com - Barang bekas tidak selalu harus berakhir di tempat sampah. Dengan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan, limbah sederhana dapat diolah menjadi karya yang memiliki nilai guna dan estetika.
Semangat tersebut ditunjukkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 113 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melalui kegiatan pemanfaatan limbah tutup botol menjadi gantungan kunci bersama pemuda-pemudi Desa Sungai Harapan, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya mengurangi limbah plastik sekaligus mendorong kreativitas melalui kegiatan yang sederhana, edukatif dan menyenangkan.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 112 Tanam TOGA di Pekarangan Kantor Desa Sungai Rambai
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 113 mengajak para pemuda melihat barang bekas dari sudut pandang berbeda. Tutup botol plastik yang selama ini kerap dianggap tidak berguna ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi aksesori berupa gantungan kunci.
Kegiatan diawali dengan penyampaian edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan serta pembuangan limbah plastik. Peserta diberikan pemahaman bahwa pengelolaan sampah tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang rumit.
Setelah penyampaian materi, mahasiswa KKN 113 melanjutkan kegiatan dengan demonstrasi pembuatan gantungan kunci dari tutup botol.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 65 Laksanakan Pendataan UMKM Desa Pauh Angit Hulu untuk Dukung Wisata Pacu Jalur
Mahasiswa terlebih dahulu memperagakan tahapan pembuatannya, mulai dari menyiapkan bahan, memilih tutup botol, menentukan hiasan dan mengombinasikan warna hingga menghasilkan gantungan kunci. Setelah itu, para peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung.
Antusiasme pemuda-pemudi Desa Sungai Harapan terlihat selama sesi praktik berlangsung. Mereka aktif mencoba berbagai tahapan pembuatan dan menuangkan ide kreatif masing-masing.
Berbagai kombinasi warna dan hiasan digunakan untuk menghasilkan gantungan kunci dengan desain yang berbeda. Suasana kegiatan pun berlangsung meriah karena peserta tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga saling bertukar ide mengenai bentuk dan tampilan karya yang dibuat.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 104 Bantu Pemdes Genduang Sukseskan Rangkaian HUT RI dan Milad Desa
Selain menghasilkan kerajinan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara mahasiswa KKN 113 UMRI dengan pemuda Desa Sungai Harapan.
Para peserta saling membantu ketika mengalami kesulitan, berdiskusi dan memberikan masukan terhadap karya yang dibuat. Interaksi tersebut membuat kegiatan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga menjadi ruang membangun hubungan sosial yang positif.
Dari bahan sederhana berupa tutup botol plastik, akhirnya lahir berbagai gantungan kunci dengan bentuk dan hiasan yang beragam. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa sebuah karya kreatif tidak selalu membutuhkan bahan yang mahal.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Melalui kegiatan ini, KKN 113 UMRI berharap para pemuda Desa Sungai Harapan semakin peduli terhadap lingkungan serta terdorong untuk memanfaatkan barang-barang bekas yang masih memiliki nilai guna.
Keterampilan tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Jika dikelola secara berkelanjutan, kerajinan dari limbah dapat menjadi salah satu peluang untuk menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai jual.