Guru Sejarah Perlu Didorong Mampu Menggali Sejarah Lokal

datariau.com
1.497 view
Guru Sejarah Perlu Didorong Mampu Menggali Sejarah Lokal
Ist.
FOTO PESERTA: Sebanyak 65 peserta Workshop Guru Sejarah Tingkat SMA/MA Sederajat berfoto bersama di Medan, Sumatera Utara, Selasa (11/7/2017). (Foto: Ist)

MEDAN, datariau.com - Perlu upaya meningkatkan mutu, mengembangkan kualitas, serta memotivasi guru sejarah agar mampu menggali sejarah lokal. Salah satunya dengan menggelar workshop guru sejarah tingkat SMA/MA sederajat.

“Workshop guru sejarah diharapkan bisa memperkuat karakter, jati diri serta mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, ” ujar Direktur Sejarah, Triana Wulandari, usai membuka Workshop Guru Sejarah Tingkat SMA/MA Sederajat di Medan, Sumatera Utara, Selasa (11/7/2017).

Tema workshop, kata Triana, “Sejarah Lokal Sebagai Pengayaan Bahan Ajar Sejarah di Sekolah, “ berlangsung mulai 11 hingga 14 Juli 2017 yang dihadiri 65 orang guru sejarah se Provinsi Sumatera Utara.

“Workshop guru digelar di 34 provinsi dan di setiap provinsi diikuti 65 peserta.  Pada 2014 diikuti 1.980 guru; 2015 diikuti 2.145 guru; 2016 diikuti 1.815; serta 2017 diikuti 2.210 guru,” katanya.

Selain untuk meningkatkan kompetensi guru sejarah, diharapkan mampu menggali sejarah lokal di daerah masing-masing dan menjadikan pengayaan bahan ajar sejarah; Meningkatkan bekal pengetahuan khususnya pengajaran sejarah lokal di tingkat SMA/MA sederajat.

Termasuk, meningkatkan kemampuan dalam memformulasikan strategi pembelajaran yang baik, agar penyampaian materi kesejarahan menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi peserta didik.

“Juga, mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah lokal yang baik dan mampu menyampaikan metode pembelajaran sejarah yang aplikatif dalam upaya pengembangan dan peningkatan kompetensi guru sejarah,” ucapnya.

Selain itu, workshop guru diisi dengan berbagai materi, di antaranya Sejarah Kebudayaan Indonesia; Metode Sejarah Lokal; Hakekat Sejarah Lokal: Komponen dan Aplikasinya;  Penggalian dan Penulisan Sejarah Lokal.

“Ada juga, sejarah lisan dan tradisi lisan sebagai sumber sejarah; Penggalian dan Penulisan Sejarah Lokal; Penilaian otentik dalam pembelajaran sejarah lokal; serta diskusi kelompok: Peluang dan Tantangan Pembelajaran Sejarah di Sekolah Pengalaman Guru Sejarah,” tandasnya. (rls)

Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)