Mahasiswa KKN UNRI Gelar Workshop Guru Kreatif di Inhil, Dorong Kelas Aktif untuk Tingkatkan Berpikir Kritis Siswa

datariau.com
180 view
Mahasiswa KKN UNRI Gelar Workshop Guru Kreatif di Inhil, Dorong Kelas Aktif untuk Tingkatkan Berpikir Kritis Siswa

INDRAGIRI HILIR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) menggelar Workshop Guru Kreatif bertema "Merancang Kelas Aktif untuk Menumbuhkan Kreativitas dan Berpikir Kritis Siswa" di SD Negeri 013 Desa Sungai Rabit, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah pedesaan.

Workshop tersebut dihadiri oleh Sekretaris Desa Sungai Rabit yang mewakili Kepala Desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNRI, kepala sekolah, akademisi, serta para guru yang menjadi peserta utama kegiatan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNRI berupaya menjawab tantangan dunia pendidikan di daerah dengan membekali para tenaga pendidik strategi pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan mampu mendorong lahirnya kreativitas serta kemampuan berpikir kritis siswa sesuai dengan implementasi Kurikulum Merdeka.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di SDN 010 Pulau Deras, Wujudkan Sekolah Aman dan Ramah Anak


Ketua Pelaksana Workshop, Fariz Dzikri Mayandri, mengatakan bahwa tema yang diangkat dipilih karena dinilai sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini, terutama dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif dan berpusat pada peserta didik.

"Melalui tema merancang kelas aktif ini, kami ingin memberikan alat dan kerangka kerja praktis bagi para guru di Desa Sungai Rabit agar mampu menciptakan suasana belajar yang memancing rasa ingin tahu, mendorong partisipasi aktif, serta mengasah keterampilan berpikir kritis para murid sejak dini," ujarnya.

Senada dengan itu, Penanggung Jawab Workshop Guru, Tutur Surya Bagustika, menilai kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa berawal dari keberanian guru dalam merancang skenario pembelajaran yang dinamis.

Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Pencegahan Bullying di SDN 09 Merangkai, Tanamkan Empati Sejak Dini


Menurutnya, workshop tersebut merupakan komitmen nyata mahasiswa KKN UNRI dalam menjembatani kebutuhan inovasi pembelajaran di pedesaan sehingga kualitas pendidikan di Desa Sungai Rabit dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh master of ceremony, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan dari Kepala SD Negeri 013 Desa Sungai Rabit, Sardji, S.Pd.SD, dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNRI, M. Yogi Riyantama Isjoni.

Memasuki sesi utama, narasumber Roza Sri Susanti, M.Pd, terlebih dahulu mengajak peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal mengenai konsep kelas aktif dan pembelajaran berbasis berpikir kritis.

Dalam pemaparannya yang bertajuk "Merancang Kelas Aktif untuk Menumbuhkan Kreativitas dan Berpikir Kritis Siswa", Roza menekankan bahwa kualitas pembelajaran tidak selalu ditentukan oleh kecanggihan teknologi.

"Guru tidak harus memiliki teknologi yang canggih. Guru hebat adalah guru yang mampu mengubah lingkungan sekitar menjadi ruang belajar yang membuat anak berpikir," ungkapnya di hadapan peserta.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Pola Hidup Sehat kepada Siswa SDN 010 Pulau Deras


Ia kemudian menjelaskan berbagai metode pembelajaran interaktif, teknik membangun pertanyaan reflektif, hingga penyusunan alur pembelajaran yang kontekstual dan mudah diterapkan di lingkungan sekolah pedesaan.

Menutup sesi materi, Roza kembali mengingatkan bahwa pembelajaran aktif lahir dari kreativitas guru dalam memanfaatkan sumber belajar yang ada.

"Kelas aktif tidak lahir karena teknologi yang mahal, tetapi karena guru mampu mengubah benda sederhana menjadi pengalaman belajar yang bermakna," tegasnya.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Warga Desa Pulau Deras Lewat Papan Informasi Waktu Terurai Sampah


Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab interaktif. Para guru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam proses belajar mengajar sehari-hari.

Peserta kemudian mengikuti post-test sebagai evaluasi peningkatan pemahaman, penyampaian kesan dan pesan, serta sesi foto bersama.

Workshop tidak berhenti pada penyampaian teori. Mahasiswa KKN UNRI juga mengajak para guru mengikuti praktik penyusunan modul ajar kelas aktif. Dalam sesi tersebut, peserta dibimbing menyusun rancangan pembelajaran yang siap diterapkan di sekolah sekaligus mempraktikkan penggunaan media pembelajaran sederhana bertajuk "Misteri Lilin & Gelas Ajaib" sebagai contoh aktivitas yang mampu meningkatkan rasa ingin tahu siswa.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 11.20 WIB melalui sesi refleksi bersama.

Baca juga:Pelatihan Ecoprint Kukerta UNRI di SDN 004 Kabun, Asah Kreativitas Murid Lewat Pemanfaatan Bahan Alami


Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Desa Sungai Rabit. Kepala Desa melalui perwakilannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN UNRI yang menghadirkan program sesuai kebutuhan dunia pendidikan saat ini.

Menurutnya, peningkatan kapasitas guru merupakan investasi penting dalam membentuk generasi muda yang kreatif, inovatif, dan memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi tantangan masa depan.

Kepala SD Negeri 013 Desa Sungai Rabit, Sardji, S.Pd.SD, turut menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN UNRI atas terselenggaranya workshop tersebut. Ia berharap materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi para guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, variatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Penulis
: Tutur Surya Bagustika
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)