Ada Jual Beli Buku LKS di SDN 20 Tualang Siak

Hermansyah
2.962 view
Ada Jual Beli Buku LKS di SDN 20 Tualang Siak
Gambar: Hermansyah
Buku Lembar Kerja Siswa (LKS) diperjualbelikan di SD Negeri 20 Tualang.

SIAK, datariau.com - Penjualan buku LKS di sekolah ternyata masih saja berlangsung. Salah satunya di Sekolah Dasar Negeri 20 Tualang Kelurahan Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak.

Penjualan buku sekolah itu dilakukan oleh pihak sekolah yang melakukan perdagangan (jual beli) buku Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada siswanya sebesar Rp65.000, yang jelas-jelas telah diatur oleh Permendikbud Nomor 8/2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan. Justru Kepala SD Negeri 20 Tualang tersebut melegalkan transaksi jual beli buku LKS tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala SD Negeri 20 Tualang Kasimin SPd mengakui bahwa penjualan buku LKS tersebut sarana penunjang belajar tambahan bagi siswa.

"Anak-anak disuruh beli sendiri, untuk minat membantu belajar dia di rumah. Jadi, sebagian siswa menitipkan kepada guru, jadi dititipkanlah ya dibelikan guru. Itu ada sebanyak 6 sampai 7 mata pelajaran," jawab Kasimin saat dikonfirmasi datariau.com, Sabtu (27/1/2018) siang.

Saat ditanya soal perdagangan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) tersebut, Kasimin bisa mengarahkan ke salah satu kedai (warung) yang menyediakan buku-buku LKS kepada wali murid (orang tua) ke pemilik warung yang terletak di Jalan Sultan Syarif Kasim (Maredan).

"Ini persetujuan, kalau mau beli nanti kita tunjukkan kedainya milik Adi Eksis, buku LKS bisa dibeli sendiri atau dibelikan oleh pihak sekolah dengan cara dititipkan," terang Kasimin lagi.

Selanjutnya, seperti Larangan penjualan buku Paket/LKS di lingkungan sekolah itu berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Pungutan yang dilarang dalam peraturan tersebut diantaranya seperti uang pendaftaran masuk, uang SSP/komite, uang OSIS, uang ekstrakulikuler, uang ujian, uang daftar ulang, uang study tour, uang les, buku ajar, uang wisuda, uang infak, uang foto copy, uang perpustakaan, uang bangunan, uang LKS dan buku paket, uang biaya perpisahan, uang seragam dan sebagainya.

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya kepada datariau.com, Sabtu (27/1/2018) mengatakan, anaknya meminta kepadanya uang sebesar Rp65.000 untuk membeli buku LKS.

"Kemarin anak saya minta uang untuk beli buku LKS Rp65.000. Saya saja tidak tahu kalau ada jual beli buku LKS itu. Ya, belinya di sekolah bang," terang wali murid tersebut.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com
Tag: