SMM PANEL INDO

Tepi Barat Berdarah, Dunia Membisu: Ketika Nyawa Anak Palestina Hanya Jadi Angka

Oleh: Alfira Khairunnisa
datariau.com
80 view
Tepi Barat Berdarah, Dunia Membisu: Ketika Nyawa Anak Palestina Hanya Jadi Angka
Ilustrasi. (Foto: BBC News Indonesia)

Jangan sampai anak-anak menjadi korban berikutnya


Pada akhirnya, persoalan Palestina bukan hanya tentang angka 174, 300 atau 1.000.

Setiap angka adalah manusia.

Setiap anak yang meninggal meninggalkan keluarga yang kehilangan.

Setiap anak yang terluka membawa kemungkinan trauma panjang.

Setiap anak yang kehilangan rumah kehilangan sebagian dari masa kecilnya.

Karena itu, dunia tidak boleh menunggu jumlah korban bertambah sebelum bertindak.

Kita tidak perlu menunggu menjadi pejabat, diplomat atau tentara untuk menunjukkan kepedulian. Kita bisa membantu melalui lembaga kemanusiaan yang kredibel, menyebarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, mendukung upaya diplomasi dan hukum internasional, serta terus menyuarakan perlindungan terhadap warga sipil.

Baca juga:Mengakhiri Nestapa Palestina Dengan Cara Bersatunya Umat Islam Dunia


Pertanyaan terbesar bukan berapa banyak unggahan tentang Palestina yang kita bagikan di media sosial.

Pertanyaan sebenarnya adalah apakah kepedulian kita mampu melahirkan tindakan yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih aman.

Tepi Barat tidak boleh menjadi "Gaza berikutnya". Anak-anak Palestina tidak boleh kembali menjadi angka dalam laporan kematian.

Mereka adalah manusia. Mereka memiliki nama, keluarga, impian dan masa depan.

Dan selama masih ada anak yang hidup dalam ketakutan, dunia belum boleh berhenti memperjuangkan perdamaian dan keadilan.

Wallahu a'lam bishawab.***

Catatan Redaksi:
Tulisan ini telah melalui proses penyuntingan oleh redaksi untuk menyesuaikan kaidah bahasa, tata tulis, dan standar publikasi media online. Penyuntingan dilakukan tanpa mengubah substansi, gagasan utama, maupun makna yang dimaksud oleh penulis.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)