Rakyat Bersuara, Penguasa Berkuasa

Oleh: Ita Harmi
datariau.com
90 view
Rakyat Bersuara, Penguasa Berkuasa
Ilustrasi. (Foto: Int.)

Konsep musyawarah dalam Islam berbeda dengan mekanisme legislatif dalam sistem sekular. Dalam Islam, batas antara halal dan haram telah ditetapkan secara jelas oleh syariat, sehingga tidak dapat dinegosiasikan kembali. Sementara itu, dalam sistem sekular, berbagai persoalan yang berkaitan dengan hukum halal dan haram masih dapat diperdebatkan dan diputuskan berdasarkan pertimbangan politik maupun suara mayoritas.

Apabila terdapat sistem yang benar-benar menempatkan hak dan kewajiban antara rakyat dan penguasa secara proporsional, maka menurut perspektif ini, sistem tersebut adalah syariat Islam. Islam menempatkan masing-masing pihak pada posisi yang tepat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Pada akhirnya, perlu dipahami bahwa ekosistem yang rusak hanya akan melahirkan kerusakan, sedangkan ekosistem yang benar akan menghasilkan kebaikan. Berbagai kekacauan yang terjadi hari ini dipandang sebagai konsekuensi dari rusaknya sistem yang menaungi kehidupan masyarakat. Lahirnya penguasa yang rusak pun tidak terlepas dari rusaknya cara pandang masyarakat terhadap standar kepemimpinan.

Pertanyaannya, sampai kapan kerusakan sistem ini akan terus dipertahankan? Tidakkah berbagai persoalan yang terjadi hari ini merupakan peringatan keras bahwa ada sesuatu yang keliru dalam sistem kehidupan yang dipilih? Wallāhu a'lam bish-shawāb.***

Catatan Redaksi:
Tulisan opini ini telah melalui proses penyuntingan oleh redaksi untuk menyesuaikan kaidah bahasa, tata tulis, dan standar publikasi media online. Penyuntingan dilakukan tanpa mengubah substansi, gagasan utama, maupun makna yang dimaksud oleh penulis.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)