Pejabat Asbun dan Krisis Kepemimpinan Mengurus Umat

Oleh: Siti Amie, S.Pd
datariau.com
55 view
Pejabat Asbun dan Krisis Kepemimpinan Mengurus Umat

Berbeda dengan sistem sekuler, Islam menetapkan standar yang sangat tinggi bagi seorang pemimpin. Ia tidak hanya dituntut cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kekuatan akidah, akhlak dan kepribadian yang kukuh. Kepemimpinan dipandang sebagai amanah besar yang tidak boleh diberikan secara sembarangan. Seorang pemimpin wajib memenuhi syarat kelayakan, memiliki kemampuan memahami realitas, mampu menghubungkan berbagai persoalan secara komprehensif, serta memiliki cara pandang politik yang benar dalam mengatur urusan umat berdasarkan syariat Islam. Tanpa kapasitas tersebut, kepemimpinan bukan hanya berpotensi gagal di dunia, tetapi juga menjadi sumber penyesalan di akhirat.

Baca juga:Setiap Pemimpin Adalah Cerminan Rakyatnya: Kalian Akan Dipimpin Oleh Orang yang Seperti Kalian


Dalam Islam, seorang pemimpin juga tidak dibenarkan berbicara tanpa landasan ilmu. Setiap kebijakan dan setiap ucapan harus lahir dari pemahaman yang benar, pertimbangan yang matang, serta kesadaran bahwa seluruh amanah kepemimpinan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subahanahu wa ta'ala.

Karena itu, ketika persoalan besar dijawab dengan narasi yang ringan dan parsial, Islam tidak memandangnya sekadar sebagai kekeliruan komunikasi. Lebih dari itu, ia merupakan indikasi lemahnya pemahaman terhadap amanah kepemimpinan. Sudah saatnya umat kembali menimbang kepemimpinan berdasarkan standar Islam, yakni kepemimpinan yang berlandaskan ilmu, terikat pada syariat, berpikir strategis, serta berorientasi penuh pada pengurusan urusan rakyat, bukan sekadar membangun citra melalui kata-kata.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)