Oleh: Nirwanudin

Pandemi Games Online

Ruslan
2.163 view
Pandemi Games Online
Foto: Nirwanudin
Nirwanudin, Merupakan Founder Komunitas Warkop Literasi dan Ketua Badan Kemakmuran Mesjid Taqwa Al-Mizan Kecamatan Alafan, Simeulue.

Dalam diskusi itu saya bertanya tentang beberapa hal, seperti apa dampak dari game online? Bagaimana proses belajar di sekolah dalam keadaan hoyong?Terus apa hal lain yang dilakukan kalau tidak main game?

Beberapa pertanyan itu dijawab dengan polos dan jawabannya cukup menyayat hati kita. Bagaimana tidak, terhadap pertanyaan pertama hasil yang didapatkan hanya mengantuk dan membuat sakit kepala ketika bangun. Kenapa demikian, karena tidur tidak lagi teratur, kesehatan tidak terjaga.

Terhadap pertanyaan kedua dia menjawab bahwa kesekolah hanya karena takut pada guru, karena mata pelajaran yang diberikan tidak dapat ditangkap atau dipahami karena mengantuk, dan bahkan ada yang kadang-kadang tertidur di sekolah karena tidak tahan lagi. Terhadap pertanyaan ketiga jawabannya adalah tidur, karena mengantuk dan persiapan bergadang malam.

Jawaban tersebut jelas sangat miris dan memuakan kita dalam mendengarnya, mestinya sekolah adalah jantung pendidikan karena sebagaimana pendapat Ki Hajar Dewantara bahwa Pendidikan itu daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak.

Sekarang sekolah berubah arah menjadi tempat tidur. Ini jelas mudarat yang dahsyat dari game online itu sendiri, apa lagi didalamnya mempunyai unsur judi yang muaranya berdampak tidak baik.

Yang Mesti Dibuat

Uraian diatas mestinya telah cukup untuk kita tidak nyeleneh bahwa game online itu ada unsur kebaikan didalamnya. Kita mesti berpikir lebih keras lagi untuk menyelamatkan genari bangsa ini dengan sesuatu gerakan yang jelas dan terukur, agar generasi kita ini tidak terus terjerumus dalam lembah hitam pekatnya game online.

Cukup sudah generasi hari ini terbuai dengan sesuatu yang sebenarnya menyesatkan mereka, kita mesti hentikan ini dengan cepat dan sangat cepat yaitu dengan memblokir semua situs game online yang ada dalam platform berbasis Android dan IOS.

Kominfo mesti bertindak lebih cepat secepat kilat dalam pemblokiran game online tersebut. Jangan lagi ada alasan yang bernaga ngeses ini itu, karena ini memang sudah menjadi endemi yang daya rusaknya sangat mengerikan. (*)

Wallahuallambisawab.

Penulis
: Nirwanudin
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)