Pajak Berseragam Militer, Kemanakah Arah Negara?

Oleh: Ita Harmi
datariau.com
78 view
Pajak Berseragam Militer, Kemanakah Arah Negara?

Dari segi pengelolaan sumber pemasukan pendapatan, mustahil negara akan mengalami kekosongan kas. Kekuasaan Islam yang membentang luas dari barat Maroko hingga timur Merauke memiliki kekayaan sumber daya alam yang sebenarnya sedang diambil alih oleh Barat hari ini. Kekayaannya melimpah baik di dalam ataupun di atas perut bumi.

Bukankah mekanisme pengelolaan harta seperti ini jelas sangat logis dan adil? Seandainya negara yang ada saat ini menggunakan mekanisme tersebut, niscaya kesejahteraan yang adil dan merata bukanlah mimpi di siang bolong. Rakyat juga tidak perlu gelisah dan takut dikejar-kejar urusan perpajakan. Karena setiap kepala keluarga hanya perlu menafkahi keluarga soal sandang, pangan, dan papan saja. Selebihnya adalah urusan negara untuk menyelesaikannya.

Pada akhirnya, perbedaan antara kapitalisme dan Islam bukan sekadar terletak pada ada atau tidaknya pajak. Melainkan pada paradigma yang melandasinya. Kapitalisme menjadikan pajak sebagai penopang utama roda negara. Sementara Islam membangun tata kelola harta di atas aturan Allah dengan sumber-sumber pemasukan yang telah ditetapkan syariat. Karena itu, negara dalam Islam tidak memandang rakyat sebagai objek yang terus dibebani. Akan tetapi sebagai amanah yang wajib diurus dan disejahterakan. Ketika pengelolaan harta berpijak pada wahyu, tujuan akhirnya bukan sekadar menyeimbangkan anggaran, tetapi menghadirkan keadilan, menjaga kemaslahatan, dan memastikan setiap hak rakyat terpenuhi sesuai tuntunan syariat. Wallahu a'lam.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)