Sidak Gelper Viral, Komisi I DPRD Pekanbaru Tidak Temukan Kegiatan Perjudian

datariau.com
201 view
Sidak Gelper Viral, Komisi I DPRD Pekanbaru Tidak Temukan Kegiatan Perjudian
Foto: Endi
Komisi I DPRD Kota Pekanbaru melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah gelanggang permainan (gelper), Rabu (17/6/2026).

PEKANBARU, datariau.com - Komisi I DPRD Kota Pekanbaru melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gelanggang permainan (gelper) yang belakangan menjadi sorotan publik dan viral di media sosial. Sidak dilakukan pada Rabu (17/6/2026) mulai pukul 14.00 WIB bersama Satpol PP, DPMPTSP, dan aparat kepolisian.

Sidak dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Robin Eduar, didampingi Wakil Ketua Komisi I Aidil Amri, Sekretaris Komisi I Irman Sasrianto, serta anggota Komisi I lainnya, yakni Aidhil Nur Putra dan Syafri Syarif.

Kunjungan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat dan viralnya dugaan aktivitas perjudian di sejumlah arena permainan di Kota Pekanbaru.

Baca juga:DPRD Pekanbaru Minta Polisi Usut Tuntas Bentrokan di Car Wash, Termasuk Temuan Mesin Gelper


Lokasi pertama yang didatangi rombongan adalah Pokemon 21 yang berada di Jalan Riau, tepatnya di samping Pasar Buah 88. Selanjutnya Komisi I bergerak menuju Bingo, arena permainan yang sebelumnya viral secara nasional setelah muncul video seorang emak-emak yang berteriak meminta tempat tersebut ditutup karena diduga menjadi arena perjudian.

Namun, saat sidak berlangsung, Komisi I tidak menemukan adanya aktivitas perjudian di lokasi yang diperiksa.

"Hari ini Komisi I DPRD Kota Pekanbaru bersama Satpol PP, DPMPTSP dan pihak kepolisian melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung tempat-tempat permainan yang menjadi perhatian masyarakat. Saat kami turun, memang kondisinya sedang sepi dan tidak ditemukan aktivitas yang mengarah kepada perjudian," kata Robin Eduar usai sidak.

Baca juga:Komisi I DPRD Pekanbaru Hearing Satpol PP Bahas Masalah THM dan Gelper Tetap Beroperasi Saat Ramadhan


Menurut Robin, sidak dilakukan untuk memastikan aktivitas usaha berjalan sesuai aturan dan tidak menyimpang dari izin yang dimiliki.

Ia menjelaskan, selain melihat langsung kondisi di lapangan, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap dokumen perizinan yang dimiliki masing-masing pengelola usaha.

"Kami cek izinnya. Kalau ada izin yang belum lengkap tentu akan kami panggil dan kami arahkan untuk segera mengurusnya. Jangan sampai ada usaha yang beroperasi tidak sesuai dengan izin yang dimiliki," ujarnya.

Baca juga: Ibu-ibu Segel Kios Tempat Judi Gelper di Kampar


Robin menegaskan bahwa DPRD Kota Pekanbaru tidak akan mentolerir penyalahgunaan izin usaha yang berpotensi mengarah pada praktik perjudian atau pelanggaran hukum lainnya.

Karena itu, Komisi I meminta Satpol PP untuk meningkatkan pengawasan terhadap seluruh arena permainan dan tempat hiburan yang ada di Kota Pekanbaru.

"Kami minta Satpol PP melakukan pengawasan secara rutin. Jika ditemukan ada pelanggaran terhadap izin yang sudah dikantongi pelaku usaha, maka harus diberikan tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Baca juga:Polisi Grebek Judi Gelper di Simpang Pujud, Dua Tersangka Diamankan Bersama 1 Set Mesin


Selain mengecek gelper, Komisi I juga melakukan peninjauan ke beberapa lokasi lainnya, yakni Elegant Massage & Reflexology di kawasan Kompleks Grand Elite, Er's Cellar Wine & Spirit untuk memeriksa legalitas penjualan minuman beralkohol, serta Super 21 di Jalan Riau Ujung.

Di lokasi penjualan minuman beralkohol, Komisi I turut memeriksa legalitas produk yang dipasarkan. Dari hasil pengecekan sementara, produk yang dijual terlihat memiliki label resmi dan diduga telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

"Kami melihat minuman yang dijual memiliki label resmi. Namun terkait dokumen perizinannya tetap akan kami pelajari lebih lanjut dan pengelolanya akan kami panggil untuk memastikan seluruh izin yang dimiliki lengkap," kata Robin.

Baca juga:DPRD Minta Perketat Izin Usaha Hiburan di Pekanbaru


Selain aspek perizinan, Komisi I juga menyoroti kontribusi usaha-usaha tersebut terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan hasil dialog dengan pengelola, sejumlah tempat yang dikunjungi diketahui menyerap puluhan tenaga kerja dan turut memberikan kontribusi pajak kepada daerah.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)