SMM PANEL INDO

Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Memburuk, Ketua DPRD Minta Penanganan Karhutla Terus Diperkuat

datariau.com
144 view
Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Memburuk, Ketua DPRD Minta Penanganan Karhutla Terus Diperkuat
Foto: Endi
Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid.

PEKANBARU, datariau.com - Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Setelah beberapa waktu lalu hujan dan sempat membaik, kualitas udara di ibukota Provinsi Riau itu kembali memburuk hingga masuk kategori berbahaya, Kamis (3/9/2026).

Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 09.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI US) Pekanbaru mencapai angka 392. Kondisi tersebut masuk kategori berbahaya, dengan polutan utama PM10 tercatat mencapai konsentrasi 507,2 µg/m³.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid meminta pemerintah dan seluruh pihak meningkatkan sinergi dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi penyebab kabut asap.

“Kita berharap pemerintah terus bersinergi antar kota dan kabupaten, betul-betul mengoptimalkan upaya penanganan karhutla dan melakukan pemadaman,” kata Isa Lahamid.

Baca juga:Kualitas Udara Pekanbaru Berbahaya, dr Meiza Dorong Posko Terpadu dan Sekolah Daring


Ia juga berharap adanya dukungan maksimal dari pemerintah pusat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana kabut asap di wilayah Riau.

“Tentu kita sangat berharap sekali bantuan dari pemerintah pusat agar bisa melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap bencana kabut asap,” ujarnya.

Politisi PKS ini berharap persoalan kabut asap dapat segera ditangani agar dampaknya terhadap kesehatan masyarakat tidak semakin meluas.

Baca juga:Surat Edaran Disdik Pekanbaru: Seluruh Pelajar Belajar di Rumah Karena Kabut Asap Semakin Parah


"Kita berharap ini segera bisa diselesaikan agar masyarakat tidak terkena dampak dari polusi udara yang terjadi saat ini,” ucapnya.

Pemko Diminta Terus Siaga


Isa Lahamid mengatakan, Kota Pekanbaru juga memiliki sejumlah kawasan yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Di antaranya kawasan Payung Sekaki, Tenayan Raya dan Rumbai.

Menurutnya, Pemerintah Kota Pekanbaru sejak awal telah melakukan langkah kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla dengan menggelar apel siaga serta menyiagakan personel BPBD dan Damkar.

“Pemko sejak awal sudah melaksanakan apel siaga karhutla dan terus menerjunkan tim dari BPBD dan Damkar untuk standby dalam mencegah terjadinya kebakaran,” ungkapnya.

Baca juga:Kabut Asap Memburuk, Disdik Bengkalis Terapkan Pembelajaran Daring 26-29 Agustus 2026


Ia juga mengapresiasi langkah Pemko Pekanbaru yang turut mempersiapkan upaya membantu daerah kabupaten di sekitar Pekanbaru dalam penanganan kebakaran.

“Kita juga mengapresiasi Pemko yang mempersiapkan bagaimana membantu kabupaten sekitar supaya karhutla bisa segera dipadamkan dan diselesaikan,” sebutnya.

Kesehatan Anak Jadi Prioritas


Soal kemungkinan kembali diterapkannya belajar daring jika kondisi kabut asap semakin parah, Isa menegaskan keputusan tersebut harus berdasarkan pemantauan kualitas udara.

Selama kondisi udara masih memungkinkan dan aman bagi kesehatan, kegiatan belajar mengajar sebaiknya tetap berjalan seperti biasa. Namun, apabila kualitas udara semakin memburuk, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama.

“Tentu harus terus dalam pemantauan kondisi udara di Kota Pekanbaru. Selagi masih sehat, kita berharap pendidikan berjalan seperti biasa. Kalau tidak lagi memungkinkan, kita harus memprioritaskan kesehatan anak-anak kita,” tutup Isa Lahamid. (end)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)