PEKANBARU, datariau.com - Komisi II DPRD Kota Pekanbaru memanggil PT Ali Akbar Sejahtera (AAS) selaku pengelola revitalisasi Pasar Bawah untuk meminta penjelasan terkait progres pembangunan yang hingga kini belum juga rampung.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut dipimpin Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Zainal Arifin, didampingi Wakil Ketua Komisi II Yasser Hamidy dan sejumlah anggota Komisi II, yakni dr Meiza Ningsih, Arwinda Gusmalina, Davit Marihot Silaban, Rizky Bagus Oka serta Syamsul Bahri.
Turut hadir Direktur PT AAS Veladhio Pranajaya dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Yulianis.
RDP berlangsung di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Pekanbaru, Senin (7/9/2026). Dalam pertemuan tersebut dibahas kelanjutan revitalisasi Pasar Bawah yang sebelumnya ditargetkan selesai pada 2025.
Baca juga:SP3 Sudah Dilayangkan, DPRD Pekanbaru Desak Pemko Tegas Soal Revitalisasi Pasar Bawah
Namun hingga kini, pembangunan belum juga tuntas. Bahkan, Pemerintah Kota Pekanbaru telah menerbitkan Surat Peringatan Ketiga (SP3) kepada PT AAS.
Komisi II DPRD Pekanbaru ingin memastikan surat peringatan tersebut benar-benar ditindaklanjuti dengan percepatan pembangunan dan tidak kembali berhenti sebagai teguran administratif.
Direktur PT AAS Veladhio Pranajaya mengatakan, pihaknya telah kembali menggenjot pekerjaan revitalisasi dalam beberapa pekan terakhir.
"Di dalam SP ketiga itu sudah dituangkan ketentuan-ketentuan yang harus kami selaku pihak mitra laksanakan segera. Salah satunya melanjutkan pembangunan. Itu sudah kami lakukan, kurang lebih sudah berjalan dua minggu dan sekarang masuk minggu ketiga," kata Veladhio usai rapat.
Baca juga:Proyek Revitalisasi Pasar Bawah Lamban, Datuk Seri Rizky Bagus Oka Dorong Pemko Pekanbaru Putus Kontrak dan Selamatkan Pedagang
Selain melanjutkan pembangunan, PT AAS juga menyatakan siap memenuhi kewajiban pembayaran kontribusi kepada Pemko Pekanbaru.
Menurut Veladhio, pihaknya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan agar gedung baru Pasar Bawah dapat difungsikan dan mulai ditempati para pedagang.
"Pembayaran kontribusi juga sudah kami sepakati dan akan segera kami bayarkan dalam waktu dekat. Waktu yang diberikan sekitar tiga bulan untuk fungsional, artinya agar pedagang dapat masuk dan beraktivitas di gedung yang baru," ujarnya.
Progres Pembangunan Capai 80 Persen
Veladhio menyebut progres fisik revitalisasi Pasar Bawah saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Meski demikian, masih terdapat sejumlah pekerjaan dan fasilitas yang harus diselesaikan sebelum bangunan dapat difungsikan.
"Kondisi gedung saat ini, bagian interiornya hampir rampung. Untuk fisik sekitar 80 persen. Namun, masih ada kelengkapan yang belum kami penuhi, seperti pemasangan AC secara sempurna," jelasnya.
Baca juga:Fraksi PDIP Kritik Keras Pemko Pekanbaru: Jangan Hanya Gusur PKL, Revitalisasi Pasar yang Mangkrak Perlu Segera Diselesaikan
Ia menegaskan PT AAS optimistis dapat memenuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan dalam SP3.
"Yang penting kami menyanggupi terkait SP3 ini dan kami optimistis bisa menyelesaikan Pasar Bawah," tegasnya.
Namun, PT AAS mengakui masih menghadapi kendala dalam proses penyelesaian proyek tersebut. Salah satu kendala utama adalah persoalan pendanaan.
"Kendalanya mungkin kendala perusahaan, terutama mengenai pendanaan. Ada hambatan mengenai pendanaan, itu saja kendalanya," ungkap Veladhio.
Baca juga:Rizky Bagus Oka Sayangkan 3 Pasar di Pekanbaru Terbengkalai Saat Pedagang Butuh Tempat Usaha
Selain pendanaan, perubahan desain yang harus disesuaikan dengan kondisi bangunan di lapangan juga disebut turut memengaruhi proses pengerjaan revitalisasi.
DPRD Soroti Persoalan Perizinan
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Zainal Arifin menilai masih terdapat persoalan yang belum sinkron antara pihak-pihak yang terlibat dalam revitalisasi Pasar Bawah.
Menurutnya, pengelola diminta untuk mempercepat pembangunan, tetapi di sisi lain masih terdapat persoalan perizinan yang perlu diselesaikan.
"Perintahnya suruh cepat, sementara izinnya juga belum dikeluarkan dan belum dijalani. Jadi tidak klop," kata Zainal.