Empat Perampok Bersenpi Rampas 1,7 Kg Emas di Pekanbaru

1.170 view
Empat Perampok Bersenpi Rampas 1,7 Kg Emas di Pekanbaru
Ilustrasi rampok. (foto: net)
PEKANBARU, datariau.com - Aksi perampokan kembali tejadi di Kota Pekanbaru, tampaknya para pelaku yang menggunakan senjata api ini semakin nekat. Sebab, kali ini aksi mereka dilakukan di siang hari, korban yang tak berdaya pun terpaksa melepas harta bendanya digondol para pelaku.

Peristiwa perampokan kali ini menimpa seorang pedagang emas, yang terjadi di Jalan Purwodadi kecamatan Tampan Pekanbaru Kota, sekitar pukul, korban bernama Ai Unan (47).

Kapolsek Tampan Kompol Suparman Sik, Kamis (2/10/14) malam tadi mengatakan, dari pengakuan korban, para pelaku berjumlah 4 orang yang tidak dikenalnya. "Korban bernama Ali Unan, mengaku barang olahan emas seberat 1,7 kg miliknya dirampas oleh sekitar 4 orang pelaku bersenjata api," ujar Suparman.

Suparman menceritakan, kejadian tersebut berawal saat Ali sedang bekerja sebagai melebur emas untuk dimurnikan. "Tiba-tiba datang 3 orang pria menggunakan sepeda motor honda Beat warna biru putih dan Yamaha Jupiter warna Biru, namun korban tak ingat berapa nomor polisi motor tersebut," ujarnya.

Kedatangan para pelaku tidak membuat korban curiga, karena ditempatnya bekerja tersebut sering didatangi pembeli. Namun, tanpa disangka-sangka, salah seorang pelaku menodongkan senpi ke arah korban.

"Mendapat ancaman tersebut, korban dan temannya Syafrijal (31) terkejut dan tak berani melawan. Keduanya dipaksa masuk ke dalam rumah dan tangan diikat dengan tali dan mulut ditutup pakai lakban," ujar Suparman.

Setelah melumpuhkan korbannya, kemudian para pelaku membawa emas yang akan dilebur tersebut dan membawa 2 unit hp milik korban merek Samsung dan Nokia. "Menurut pengakuan korban, dia mengalami kerugian diperkirakan sebesar Rp600 juta. Saat ini kedua korban tengah dimintai keterangannya, dan pelaku sedang diburu," pungkas Suparman. (*)
























riauterkini

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)