SIAK, datariau.com - Majelis Pimpinan Daerah Laskar Melayu Bijuangsa (MPD LMB) Nusantara, Kabupaten Siak, pada Kamis (16/7/2026), melakukan aksi damai di sepanjang jalan raya Minas-Perawang, Tualang, Siak, Riau.
Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan MPD LMB Nusantara Kabupaten Siak, Riau, atas dugaan adanya temuan penyalahgunaan wewenang oknum dari Dinas Perhubungan (Dishub) Siak, terkait kegiatan parkir di Kecamatan Tualang saat ini.
Maka, MPD LMB Nusantara Kabupaten Siak bersama Panglima Barisan Muda LMB N Provinsi Riau, Koti MPP, MPD Kota Pekanbaru, MPD Hang Jebat Lubuk Dalam dan MPC Minas menjadi garda terdepan menjaga kondusifitas dan keamanan kampung.
Dimana hal itu, sebelumnya disampaikan MPD LMB Nusantara menilai keputusan tersebut terkesan dipaksakan dan diduga kuat mengandung unsur penyalahgunaan wewenang oleh oknum di tubuh Dishub Siak.
Komandan Inti LMB Nusantara Kabupaten Siak, Aris dengan nada kesal mengatakan selama ini pihaknya selalu berkomitmen dan patuh terhadap regulasi yang telah ditetapkan oleh Dishub Siak.
Terkait persoalan administrasi keuangan, Aris mengakui adanya kekurangan pembayaran kepada Badan Keuangan Daerah (BKD) Siak selama masa pengelolaan.
Namun, ia menegaskan LMB Nusantara tidak tinggal diam dan memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan.
"Kami mengakui ada kekurangan pembayaran kepada BKD Siak saat mengelola zona 3, tetapi utang itu tidak dibiarkan. Kami sudah mencicil meskipun belum lunas sepenuhnya. Kami selalu mengikuti aturan yang ada," ujarnya.
Aris membeberkan kronologi pemberian Surat Peringatan (SP) yang dinilai berjalan sangat cepat dan berujung pada eksekusi pemutusan kontrak yang dramatisir.
"Bulan Mei kami diberi SP 1, menyusul tanggal 23 Juni SP 2, dan puncaknya pada 1 Juli kami langsung diberikan SP 3 sekaligus surat pemutusan kontrak parkir. Ini ada apa?," cerca Aris.
Dikatakan Aris, meyakini polemik pemutusan kontrak ini terjadi tanpa sepengetahuan Kepala Daerah. Ia menduga ada kebijakan sepihak dari jajaran Dishub yang melampaui batas kewajaran.

"Kami meyakini bahwa hal ini tidak diketahui oleh Bupati Siak. Menurut kami, tindakan yang dilakukan oleh Dishub Siak tersebut diduga merupakan bentuk penyalahgunaan jabatan, dan wewenang. Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan dengan duduk bersama, kami dari LMB Nusantara akan melaksanakan aksi secepatnya," tegasnya.
Sementara itu, Sekertaris Umum MPD LMB Nusantara, Datuk Firdaus SHi sangat kecewa atas kinerja Kadis dan Kabid Dinas Perhubungan, terkait pemberian surat teguran sekaligus mengeluarkan surat pemutusan hubungan kerja tersebut.
"Penerbitan SP, surat PHK dan SK baru yang dikeluarkan perhubungan murni adanya interpensi dari pihak luar, dan tindakan ini benar-benar sudah menyalahi kewenangan yang dimiliki Kadis maupun Kabid Perhubungan," ujarnya.
Dt firdaus shi selaku sekertaris umum LMB NUSANTARA KAB SIAK menyampaikan, persoalan ini juga akan diselesaikan secara hukum, mengingat adanya penyalahgunaan jabatan oleh Dinas Perhubungan tersebut.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Siak, Zulkifli SE pun membenarkan adanya pemutusan kontrak pengelolaan parkir di zona tersebut.
Menurut Zulkifli, langkah tegas ini diambil murni karena adanya kewajiban kurang bayar yang tidak kunjung dituntaskan oleh pihak pengelola lama.
"Pemutusan kontrak di zona 3 tersebut, dikarenakan adanya kurang bayar yang dilakukan oleh pihak pengelola. Kami dari dinas sudah menjalankan prosedur dengan memberikan SP 1 sampai SP 3 hingga akhirnya dilakukan pemutusan kontrak," sebut Kabid Lalin Dishub Siak saat dikonfirmasi media beberapa waktu lalu melalui sambungan telepon WhatsApp.
Zulkifli juga menambahkan pasca pemutusan kontrak dengan LMB Nusantara, saat ini pengelolaan di wilayah tersebut telah dialihkan demi menjaga kelangsungan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Saat ini (zona 3) sudah digantikan, dan dikelola oleh pemilik SK yang baru," pungkasnya.
Hingga berita ini tayang dihalaman datariau.com, Kamis (16/7/2026), Kepala Dinas Perhubungan maupun Kepala Bidang Lalin Dishub Siak atau pun instansi terkait belum dapat memberikan tanggapan terkait hal tersebut, terhadap awak media saat ini.
Situasi di lapangan saat LMB Nusantara melakukan aksi terpantau kondusif, namun tensi di kalangan anggota LMB Nusantara dipastikan tetap meninggi menunggu respon dan ruang dialog dari Pemerintah Kabupaten Siak.(tim)