Mexsasai Pimpin Perolehan Suara, Berikut Peta Kekuatan Tiga Calon Rektor UNRI

datariau.com
184 view
Mexsasai Pimpin Perolehan Suara, Berikut Peta Kekuatan Tiga Calon Rektor UNRI

PEKANBARU, datariau.com - Persaingan menuju kursi Rektor Universitas Riau (UNRI) periode 2026-2030 kini menyisakan tiga kandidat setelah Senat Universitas Riau menyelesaikan tahapan penyaringan terhadap delapan bakal calon rektor.

Berdasarkan hasil pemungutan suara yang dilakukan oleh 62 anggota Senat Universitas Riau pada Rabu (8/7/2026), Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H. keluar sebagai peraih suara terbanyak dengan mengumpulkan 29 suara. Posisi kedua ditempati Prof. Ahmad Fadli, S.T., M.T., Ph.D. dengan 13 suara, sedangkan Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si. berada di peringkat ketiga dengan raihan 11 suara.

Baca juga:Rektor Universitas Riau Lantik 3 Wakil Dekan dan 5 Pejabat PAW


Hasil tersebut mengantarkan ketiganya ke tahapan akhir pemilihan Rektor Universitas Riau periode 2026-2030.

Secara matematis, Mexsasai Indra memiliki modal politik paling kuat di tingkat Senat karena berhasil meraih hampir setengah dari total suara yang digunakan dalam proses penyaringan. Raihan 29 suara juga terpaut cukup jauh dari pesaing terdekatnya, Prof. Ahmad Fadli, yang memperoleh 13 suara.

Sementara itu, Prof. Ahmad Fadli dinilai memiliki peluang untuk memperbesar dukungan pada putaran akhir. Akademisi Fakultas Teknik tersebut dikenal memiliki rekam jejak di bidang riset, inovasi, dan kerja sama internasional yang menjadi salah satu isu strategis dalam pengembangan Universitas Riau.

Di sisi lain, Prof. Jimmi Copriady tetap menjadi kandidat yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang merupakan salah satu fakultas dengan jumlah dosen terbesar di UNRI, Jimmi memiliki basis jaringan akademik yang luas. Dukungan terhadapnya masih berpotensi bertambah apabila terjadi konsolidasi suara pada tahap pemilihan berikutnya.

Baca juga:Prof Dr Hj Sri Indarti MSi Terpilih Sebagai Rektor UNRI Periode 2022-2026


Meski demikian, hasil penyaringan belum menjadi penentu akhir. Sesuai mekanisme pemilihan rektor perguruan tinggi negeri, tahap akhir akan melibatkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang memiliki porsi suara sebesar 35 persen, sedangkan Senat Universitas memiliki porsi 65 persen. Dengan mekanisme tersebut, dinamika dukungan masih sangat mungkin berubah menjelang pemilihan rektor definitif.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)