Dikeroyok Teman, Siswa SD di Pasir Pengaraian Meninggal Dunia

2.794 view
Dikeroyok Teman, Siswa SD di Pasir Pengaraian Meninggal Dunia
Jasad korban saat disemayamkan di rumah duka. (foto: mrc)
PASIR PANGARAIAN, datariau.com - Hasranda (7) akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Selasa malam pukul 22.00 WIB. Murid Sekolah Dasar Yayasan Islam Zaidar Yahya Pasir Pengaraian ini sebelumnya mengalami lumpuh diduga karena dikeroyok lima teman sekolahnya Maret 2015 lalu.

Menurut ayah korban, Hasrul, saat dijumpai di rumah duka, Rabu kemarin, mengaku sangat terpukul atas kepergian anak pertamanya tersebut. Dia akan menyerahkan seluruh proses hukum ke pihak berwajib dan berharap agar pelaku dapat diberikan hukuman yang setimpal.

"Kita berharap aparat hukum bisa memberikan hukuman yang setimpal," ujarnya.

Anak pertama pasangan Hasrul (31) dan Sudralinda (31) warga Dusun Pasir Putih Timur, Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah ini menghembuskan nafas terakirnya di rumahnya, setelah kondisinya makin memburuk pasca kejadian pengeroyokan itu.

Diceritakan kedua orang tua Hasranda, kondisi anaknya makin memburuk karena kerusakan saraf bagian belakang kepalanya.

Sebelum meninggal, Hasranda sudah tidak dapat bicara dan tidak mampu menggerakan anggota tubuh bagian kanannya. Hasranda juga tidak mampu makan, karena mulutnya sudah kaku dan tidak bisa lagi mengunyah makanan. Akibat kesulitan makan, Hasranda wafat dalam kondisi kurus.

Kepergian Hasrnada menyisakan kesedihan mendalam bagi kedua orangnya. Hasrul, bahkan sempat mengamuk dan berniat mencari orang tua pelaku karena tak terima dengan nasib yang dialami anaknya. Namun emosi itu bisa diredam oleh tetangganya.

Orangtua Hasranda menyesalkan sikap dari orang tua 5 pelaku yang tidak menunjukan iktikat baik, hingga akhirnya Hasranda meninggal dunia. Menurut keluarga, sejak Hasranda sakit, keluarga pelaku tidak pernah datang untuk melihat kondisi Hasranda.

Pihak keluarga juga tidak terima dengan pengakuan pihak sekolah,  bahwa kelumpuhan  Hasranda akibat faktor keturunan. Keluarga Hasranda bahkan berniat memperjuangkan keadialan bagi anaknya, dengan menempuh proses hukum.

"Saya tidak terima dengan pernyataan pihak sekolah yang menyatakan Hasranda itu punya keturunan lumpuh, selama ini dia anak yang sehat dan periang," kata Hasrul.

Di tempat berbeda, Kepala Sekolah Yayasan Islam Zaidar Yahya Pasir Pengaraian,  Hamsanah mengatakan turut berduka cita atas kepergian anak didiknya tersebut dan selaku pihak sekolah dirinya siap bertanggung jawab atas kejadian pengeroyokan yang terjadi di sekolahnya.

"Siang ini kita akan jenguk korban. Kita bertanggung jawab dengan kejadian tersebut, kita akan menjenguknya," pungkasnya.

Selanjutnya, Kapolres Rokan Hulu AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Kabag Ops Kompol Suwarno belum mengetahui peristiwa itu, bahkan dirinya juga belum mengetahi kalau korban sudah meninggal dunia. (mrn)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)