Begini Aktivitas Ibadah di Masjid Falatehan Pasca Aksi Penusukan Anggota Brimob

datariau.com
1.892 view
Begini Aktivitas Ibadah di Masjid Falatehan Pasca Aksi Penusukan Anggota Brimob
Shalat di Masjid Falatehan Dijaga Anggota Brimob (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

JAKARTA, datariau.com - Peristiwa penusukan dua anggota Brimob Mabes Polri menyisakan beberapa trauma bagi beberapa orang yang biasa salat di Masjid Falatehan.

Sebut saja Anton (43), penjual minuman asongan keliling yang biasa berjualan di depan masjid selama sekitar 35 tahun ini menyimpan cerita tersendiri soal tragedi penusukan.

Anton mengaku masih menyimpan trauma pasca peristiwa penusukan. Hal ini disampaikannya saat beberapa awak media mewawancarainya, Sabtu (1/7/2017). Anton merupakan salah seorang yang berada di dalam masjid saat shalat Isya bersama pelaku dan korban.

"Pas abis salam saya kaget tiba-tiba orang itu ngeluarin pisau panjang banget gitu, orang-orang lari, saya ikut lari, kaya di film aja," kata dia.

"Kejadiannya cepet, saya juga trauma dari semalem nggak bisa tidur," kata Anton menggambarkan peristiwa kala itu.

Anton saat itu mengaku melihat pelaku mengacungkan pisau ke atas, menantang para anggota polisi yang sedang beribadah. Menurut kesaksiannya, Anton melihat para anggota polisi berhamburan keluar.

"Saya lihat pas dia bawa pisau itu. Lagi gini, dia lari-lari kejar si Brimob itu. Brimob pada lari sana sini saya ikut lari juga," beber dia.

"Iya saya di dalem, bubar semua itu Brimob lari saya ikut lari," lanjut dia.

Lebih dari itu Anton meyakini orang yang melakukan penusukan tersebut bukanlah orang yang sering berkunjung ke masjid untuk melaksanakan salat sehari-hari. Terlebih Anton sudah lebih dari 30 tahun berada dalam lingkungan sekitar masjid.

Lain halnya dengan Anton yang masih menyimpan trauma, dalam melaksanakan ibadah di masjid ini, ada pula orang yang tetap biasa saja shalat meski ada peristiwa ini.

Adalah Abas (31) seorang pengemudi ojek daring yang juga sering melaksanakan shalat di Masjid Falatehan. Abas mengaku tak ada hal yang membuat dirinya takut pasca tragedi penusukan.

"Enggak (takut). Biasa saja. Tiap hari juga saya di sini. Biasa saja," ujar Abas kepada awak media.

Abas mengaku tak takut meski mengetahui peristiwa ini melalui televisi. Malam ini, Sabtu (1/7), sekitar 30-40 jamaah melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. Jamaah didominasi oleh warga dan orang yang melintas. Tak banyak polisi yang shalat saat ini. Meski demikian, Abas yang ikut shalat ini mengaku melihat kurangnya jamaah ini bukan berarti mereka takut melaksanakan shalat di masjid ini.

"Agak berkurang tapi mungkin karena belum masuk semua (libur). Kalau Zuhur juga penuh," tandasnya.

Sebelumnya, 2 Anggota Brimob ditusuk Mulyadi di dalam Masjid Falatehan, Jumat (30/6). Setelah menusuk, Mulyadi mencoba melarikan diri ke arah Blok M. Namun nahas, pelaku kemudian dilumpuhkan di tempat dengan cara ditembak hingga tewas tak lama kemudian.

Pasca peristiwa itu, Anggota Brimob dari Mabes Polri mengawal jalannya shalat Isya di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan. Anggota Brimob ada di dalam dan di luar masjid, Sabtu (1/7) malam, sekitar 30 orang mulai memenuhi 2 shaf di area shalat malam ini. Penjagaan tampak di luar dan di dalam masjid oleh personel kepolisian. Mereka membawa senapan laras panjang berdiri siaga.

Penjagaan ini bersifat gantian, hal ini dibenarkan oleh salah satu personel yang berjaga di depan masjid yang tak ingin disebutkan namanya.

Bripda berusia 25 tahun ini mengaku mendapat instruksi dari atasannya untuk menjaga dan mengawal situasi di masjid pasca peristiwa penusukan dua anggota polisi oleh pada Jumat (30/6) malam lalu. "Yang perintahkan pimpinan," ujarnya.

"Yang penting ada yang jaga di sini, sama ada yang shalat (juga) di dalam," sambungnya.

Ditanyai lebih lanjut soal takut atau tidaknya, sejumlah personil yang terdiri dari enam orang ini mengaku tak gentar dalam menjaga dan mengawal bertugas dan mengawal jalannya ibadah.

"Kita ndak merasa takut mas kenapa merasa takut?" Tegas salah satu orang yang berjaga di luar.

Pasukan Brimob ini nantinya akan dirolling selama 4 hari sekali, nantinya, pengamanan ini akan berlangsung hingga situasi di sekitar masjid benar-benar kondusif.

Editor
: Adi
Sumber
: Kumparan.com
Tag:Brimob
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)