DATARIAU.COM
- Pemerintah Kota
(Pemkot)Surabayamengerahkan
jajaran Puskesmas dan 26.541 kader kesehatan di Surabaya untuk melawan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Wali Kota Surabaya Eri
Cahyadimenyatakan, pihaknya sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali
Kota yang meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap
penyakitDBDini.
Menurutnya, peningkatan
kewaspadaan itu bisa dilakukan dengan cara pemberantasan sarang nyamuk dengan
3M Plus (PSN 3M Plus), yaitu menguras dan menyikat bersih bak mandi atau kolam
air minimal satu minggu sekali, menutup rapat tempat penampungan air seperti
tempayan, tandon, drum air dan lainnya untuk mencegah adanya jentik atau telur
nyamuk.
Selanjutnya, memanfaatkan
atau mendaur ulang barang bekas tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk,
plus menghindari gigitan nyamuk dengan cara memakai anti nyamuk atau memakai
kelambu, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman anti nyamuk, mengganti
air vas bunga, dan tempat minum burung.
?Saya juga minta Gerakan 1
Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan melibatkan kader kesehatan atau karyawan
institusi untuk memantau dan memastikan tidak ada jentik di lingkungan
masing-masing, termasuk lapangan atau tanah kosong dan fasilitas umum lainnya,?
ujarnya, Rabu (3/11/2021).
Eri juga meminta untuk
mengaktifkan kegiatan sosialisasi dan penguatan tentang pentingnya Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), baik di rumah maupun di lingkungan sekitar,
pentingnya pelaksanaan PSN 3M Plus secara rutin.
Dan terus-menerus untuk
memutus rantai penularan DBD, dan fogging bukan strategi utama dalam
mencegahDBD, karena
hanya dapat membunuh nyamuk dewasa, tidak dapat membunuh jentik dan telur
nyamuk.
Kepala
Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, dalam rangka
pencegahan DBD ini, pihaknya melibatkan semua stakeholder, mulai dari unsur kecamatan, kelurahan, RT, RW,
Babinkamtibmas, Babinsa, puskesmas dan juga para kader yang tersebar di
berbagai penjuru Surabaya.
?Jumlah petugas puskesmas
yang diturunkan sesuai dengan jumlah penanggung jawab PSN di wilayah binaan
yang ada di setiap kelurahan, rata rata 2-3 orang per RW di bantu RT/RW
setempat," ucapnya.
"Selain itu, kami
melibatkan sebanyak 26.541 kader kesehatan untuk bergerak hingga ke rumah-rumah
warga. Melalui cara ini semoga DBD di Surabaya bisa ditekan,? ujarnya. (*)
Source: liputan6.com