Warga Dipaksa Beli Bubuk Abate, Diskes Kaget

datariau.com
1.900 view
Warga Dipaksa Beli Bubuk Abate, Diskes Kaget
Heri
Bubuk abate yang dipaksa warga membelinya.

RENGAT, datariau.com - Kurang lebih hampir satu minggu masyarakat Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida dibuat kesal dengan penjual Bubuk Abate Merk Temephos dengan mengaku sebagai petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Inhu.

Dimana, setiap rumah warga didatangi oleh orang yang mengaku petugas dari Diskes Inhu dan memaksa warga khususnya Ibu Rumah Tangga (IRT) harus membeli bubuk Abate yang dijualnya.

Tanti, seorang IRT di Jalan Kulim Vlll kepada datariau.com mengaku kesal karena didatangi oleh seorang wanita yang mengaku petugas dari Diskes memaksa untuk membeli bubuk Abate.

"Kami dipaksa untuk membeli bubuk Abate merk Temephos dengan harga Rp 5000 perbungkus," terangnya, Sabtu kemarin.

Lebih anehnya lagi, katanya, setiap rumah diharuskan membeli 4 bungkus dan dilakukan dengan cara memaksa, bahkan sampai mengeluarkan ancaman jika tidak mau beli akan dilaporkan ke Bupati Inhu.

"Yang bersangkutan datang dengan membawa buku dan mencatat warga yang mengambil maupun yang tidak, jika tak mau ambil katanya akan ada yang meninjau," terangnya lagi.

Sejauh ini, belum diketahui pasti identitas oknum yang mengaku sebagai petugas dari Diskes tersebut, yang jelas apa yang dilakukannya sudah meresahkan warga dan merusak citra Bupati Inhu.

Terkait hal ini, Seketaris Diskes Inhu Rika Varia Nora SST MPH saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan terkejut atas kejadian ini dan meminta warga melaporkan hal tersebut.

"Tolong cari tahu indititas para penjual  bubuk Abate yang telah meresahkan masyarakat tersebut. Karena setahu saya, sampai sejauh ini Diskes Inhu tidak ada melakukan ataupun merintahkan pegawai untuk menjual bubuk Abate, apalagi sampai menjual nama Bupati segala. Tapi coba tanya sama Kabid yang membidangi yaitu Eva Irma," pintanya.

Sementara, Kabid yang membidangi persoalan ini Eva Irma belum dapat dikonfirmasi, saat dihubungi melalui selulernya belum dijawab.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Tag:Pungli
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)