Salah Satu SPBU di Inhu Diserbu Pembeli Gunakan Jerigen, Ternyata Ini Penyebabnya..

datariau.com
2.232 view
Salah Satu SPBU di Inhu Diserbu Pembeli Gunakan Jerigen, Ternyata Ini Penyebabnya..

RENGAT, datariau.com - Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) yang berada di jalan lintas timur Desa Banjar Balam Kecamatan Lirik Kabupaten Inhu yang baru buka lebih kurang baru 5 bulan yang lalu, menjadi pilihan bagi pengecer BBM.

Di SPBU ini, ramai masyarakat yang membeli BBM dalam jumlah banyak menggunakan jerigen. Mengapa SPBU ini menjadi pilihan, berikut pengakuan beberapa masyarakat yang mengaku sering membeli BBM di SPBU tersebut menggunakan jerigen.

"Bisa isi di sana, tapi itu, setiap yang mengisi BBM pakai jerigen wajib bayar perjerigen Rp10 ribu," kata salah seorang warga Lirik yang meminta namanya tidak disebutkan, saat bincang dengan datariau.com, Kamis (9/2/2017).

Bahkan, ceritanya, siang tadi dia iseng dan pergi ke SPBU untuk membeli BBM gunakan jerigen. Awalnya dia ditolak petugas, namun ketika menyanggupi bayar Rp10 ribu, akhirnya petugas bersedia menjual BBM pakai jerigen.

"Awalnya saya bertanya pak bisa isi minyak pakai gelen (jerigen, red), maaf pak gak boleh. Kalau pun boleh cuman 25 liter dan 1 gelennya kena Rp10.000 buat gelennya, kata salah seorang petugas yang saat itu sedang mengisi minyak mobil. Lalu saya melihat di sekitaran banyak yang isi minyak dengan gelen, dan saya pun kembali bertanya, kok itu boleh isi pakai gelen sampai lebih dari 3 gelen, itu pake D.O pak, sama saja 1 gelennya kena Rp10.000," cerita warga menirukan perbincangan tersebut.

"Lalu saya bertanya lagi, kalau mobil mogok atau untuk mesin genset lampu kalau kita beli pakai gelen kena Rp10.000 juga, ia pak tetap sama. Saya coba tanya lagi dan bandingkan dengan SPBU lain, di SPBU lain tidak harus bayar Rp10 ribu. Petugas itu menjawab, ya kalau disini begitu peraturannya pak," bebernya.

"Saat saya tanya kembli, bisa saya liat peraturan yang mewajibkan kalau konsumen beli minyak pakai jerigen wajib bayar Rp10 ribu, tapi petugas SPBU malah mangalihkan pembicaraan yang lain dan seperti ketakutan," pungkasnya.

Terkait hal ini, belum ada pihak SPBU yang bisa dikonfirmasi, saat ditemui menurut petugas penanggung jawab SPBU sedang tidak ada di tempat.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)