Solusi Bila Istri Berperilaku Buruk, Memakai Pakaian Ketat dan Hobi Selfi

Ruslan
330 view
Solusi Bila Istri Berperilaku Buruk, Memakai Pakaian Ketat dan Hobi Selfi
Foto: Internet/Ilustrasi

Pertanyaan:Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Semoga Allah memberikan penjagaan kepada Ustadz dan Tim Bimbingan Islam.

Mau tanya Ustadz, bagaimana saya harus bersikap kepada istri berperilaku buruk, setelah dijelaskan tentang bagaimana hukumnya dan agar tidak memakai pakaian ketat, dan agar tidak upload foto di medsos dll, tapi sampai dengan saat ini istri saya belum mau menjalankannya Ustadz.

Jawaban:

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh.

Pernikahan merupakan ikatan antara suami istri yang menuntut setiap mereka untuk memenuhi hak-hak pasangannya dengan baik. Maka wajib bagi pasangan suami istri untuk memperlakukan pasangannya dengan baik dan memenuhi haknya yang merupakan kewajibannya dengan penuh kerelaan. Allah Ta’ala juga berfirman:

“Dan para wanita (istri) mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya.” (QS. Al-Baqarah/2: 228).

Jika setiap pasangan suami istri melakukan segala kewajibannya masing-masing, maka kehidupan mereka akan bahagia dan keluarganya akan lestari. Namun jika yang terjadi sebaliknya, maka akan timbul pertikaian dan kehidupan mereka menjadi tidak harmonis.

Adapun tentang masalah istri berperilaku buruk, maka kami nasihatkan beberapa hal berikut ini:

1. Koreksi Diri Sendiri

Hendaklah Anda memperhatikan diri sendiri, apakah Anda sudah melaksanakan hak-hak istri dengan baik, apakah Anda masih melakukan kemaksiatan-kemaksiatan. Bisa jadi istri berperilaku buruk itu ada sebabnya, yaitu dari perbuatan Anda sendiri.

Karena musibah-musibah yang menimpa seseorang adalah dari akibat dosa-dosanya. Maka hendaklah koreksi diri, kemudian memperbaikinya. Semoga keadaan itu akan berubah menjadi lebih baik. Allah Ta’ala berfirman:

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An-Nisa’/4:79).

Imam Qotadah semoga Allah merahmatinya mengatakan: “sebagai hukuman bagimu wahai anak Adam, disebabkan karena dosamu”. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir)

2. Bersikap Lembut Kepada Istri

Banyak nash-nash yang memerintahkan berbuat baik kepada istri dan memperhatikan keadaannya. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan pergaulilah mereka (istri-istri) dengan cara yang ma’ruf. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa/4: 19).

Termasuk bersikap lembut kepada istri (sekali pun istri berperilaku buruk ed-), baik dengan perkataan atau dengan perbuatan. Dan sikap lemah lembut akan membawa kebaikan dengan izin Allah Ta’ala.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidaklah sifat lemah lembut ada pada sesuatu, kecuali menjadikannya indah. Dan tidaklah sifat lemah lembut dihilangkan dari sesuatu kecuali menjadikannya buruk.” (HR. Muslim no. 2594).

3. Mendidik Istri

Mengharapkan kesempurnaan tanpa cacat pada istri adalah kemustahilan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Perlakukanlah wanita dengan baik. Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian yang paling atas. Jika engkau luruskan, maka akan membuatnya patah. Namun jika kamu biarkan, maka dia akan tetap bengkok. Maka berlaku baiklah terhadap wanita”. (HR. Bukhari, no. 5186; dan Muslim, no. 1468/60).

Namun demikian, seorang suami sebagai kepala rumah tangga harus mendidik istri dan mengarahkan kepada kebaikan, dengan cara-cara yang telah diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

“Wanita-wanita (istri-istri) yang kamu khawatirkan nusyuznya (tidak patuh suami), maka nasehatilah mereka dan tinggalkanlah mereka di tempat tidur, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An-Nisa/4: 34).

Di dalam ayat ini Allah Ta’ala memberikan bimbingan kepada para suami yang menghadapi istri yang tidak patuh suami, istri berperilaku buruk, dengan tiga langkah:

Pertama: Memberi nasihat.


Kedua: Meninggalkannya di tempat tidur. Yaitu tidak menemani tidurnya.


Ketiga: Memukul istri.

Pemukulan ini dilakukan jika dua langkah sebelumnya tidak bermanfaat. Dan pemukulan ini adalah sebagai bentuk hukuman pendidikan, bukan untuk melampiaskan kemarahan. Sehingga pemukulan tidak boleh menyakitkan, tidak boleh pada wajah, tidak boleh membekas, dan tidak boleh merusakkan anggota tubuh. Pemukulan dilakukan dengan siwak, sebagaimana dijelaskan oleh sahabat Abdullah bin Abbas.

Dari ‘Atho, dia berkata: “Aku bertanya kepada Ibnu Abbas, apa maksud pemukulan yang tidak menyakitkan?”

Dia menjawab, “Memukul dengan siwak atau yang serupa dengannya”.

(Tafsir Ibnu Jarir, 8/314, no. 9386, tahqiq: Syaikh Syakir).

Namun tidak memukul lebih baik, sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memukul istri-istrinya.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak pernah memukul dengan tangannya, tidak pernah memukul istri dan tidak pernah memukul pembantu. Kecuali ketika berjihad fii sabilillah.” (HR. Muslim no. 2328; Ahmad, no. 24034).

Dan jangan sampai seorang suami memukul istrinya dengan tanpa haq, sebab Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar untuk membela istrinya yang lemah itu.

4. Solusi Bila Istri Berperilaku Buruk: Banyak Berdoa


Hati manusia di tangan Allah Ta’ala, dan Allah berjanji mengabulkan doa orang yang berdoa. Maka hendaklah Anda berdoa dengan tulus kepada Allah Ta’ala agar memperbaiki keadaan Anda dan istri Anda, sesungguhnya Dia Maha Mendengar doa dan Maha Mengabulkannya. Dan janganlah bosan untuk berdoa, ketika belum dikabulkan, karena Allah Maha Hikmah di dalam ketetapan-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu.” (QS. Al-Baqarah/2: 186).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Doa akan dikabulkan untuk salah seorang dari kalian selama tidak tergesa-gesa. Yaitu dia berkata, “Saya telah berdoa, namun belum dikabulkan untukku.” (HR. Bukhari, no. 6340; Muslim, no. 2735).

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)