Berfikir Sebelum Share

Ruslan
1.168 view
Berfikir Sebelum Share
Foto: Riki

DATARIAU.COM - Diantara kenikmatan yang Allah berikan kepada kita di zaman ini adalah nikmat kemajuan teknologi, Seolah kegiatan sehari-hari sekarang terasa lebih mudah. Begitu pula dalam hal informasi, seseorang bisa dengan mudah mencari informasi dan berinteraksi dengan orang lain tanpa harus bersusah payah, cukup lewat media sosial yang bisa diakses dalam genggamannya.

Namun, ketika seorang tidak bijak dalam menggunakan media sosial, maka akan menimbulkan kemudharatan yang besar. Kita lihat banyaknya kemunkaran-kemunkaran yang disebar oleh orang-orang fasik setiap waktunya, mungkin ini bukanlah hal yang aneh, orang fasik menyebarkan sebuah kemunkaran.Namun, yang sangat kita sayangkan, ketika ada orang yang bisa dibilang baik, ikut-ikutan menshare berita atau gambar atau video yang berisikan kemunkaran, bahkan sebagian mereka beralasan tujuan mereka menyebarkannya adalah agar manusia menjauhinya, padahal tanpa disadari dia ikut andil dalam menyebarkan kemunkaran tersebut. Ingat, niat tidak cukup tanpa amalan yang benar. Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah berkata:

“Hal yang sering disalahpahami orang tatkala dia merasa sesuatu memberikan kemanfaatan di dunia dan di akhirat, padahal mudharatnya jauh lebih besar”.

Seseorang yang menginginkan kemaslahatan saat membagikan sebuah informasi haruslah memahami fikihnya terlebih dahulu dan memikirkan dampak yang ditimbulkan dari perbuatannya, agar jangan sampai malah menimbulkan kemungkaran dan mudharat yang jauh lebih besar.

Kaedah yang harusnya diperhatikan oleh seorang muslim adalah tidak boleh mencari-cari kemungkaran, kewajiban seorang muslim adalah menutup kemungkaran yang dia ketahui bukan malah menyebarkan kemungkaran atau kemaksiatan yang ia lihat. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَن سَتَرَ مُسلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَومَ القِيامَةِ

“Siapa yang menuntupi ‘aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.”

Menyebarkan kemungkaran tanpa memperhatikan kaedah syariat akan membuat kemungkaran tersebut menjadi sesuatu yang diremehkan. Bisa jadi ketika sebuah kemungkaran disebar, malah mempengaruhi orang-orang jahil yang sebelumnya tidak mengetahui kemungkaran tersebut untuk mengerjakannya. Terkadang setan membisikkan ke dalam hati sebagian orang, bahwasanya kemungkaran tersebut adalah hal yang biasa di masyarakat, padahal kebiasaan masyarakat tidak bisa merubah kemungkaran menjadi halal.

Kita mendapati sebagian orang memiliki kebiasaan, ketika melihat gambar ataupun video yang berisikan kemungkaran maupun fitnah, bersegera menyebarkannya, namun melihat potongan video yang berisikan kebaikan, dia malas menyebarkannya. Na’udzubillah.

Oleh karenanya, kaum muslimin, hendaknya kita berhati-hati dalam setiap tindakan kita, baik dalam ucapan maupun perbutan. Berpikir terlebih dahulu sebelum share dalam sosial media.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)