Jejak Pengabdian Aiptu Zainal Arifin Berakhir di Liang Kehormatan, Tangis dan Salvo Iringi Perpisahan Terakhir

datariau.com
68 view
Jejak Pengabdian Aiptu Zainal Arifin Berakhir di Liang Kehormatan, Tangis dan Salvo Iringi Perpisahan Terakhir

BANGKINANG, datariau.com - Senja mulai meredup ketika iring-iringan jenazah memasuki Tempat Pemakaman Umum (TPU) Workshop Bukit Indah, Jalan Bukit Indah, Kelurahan Bangkinang, Jumat (10/7/2026). Di antara langkah tegap para personel Polri dan isak tangis keluarga, nama Aiptu Zainal Arifin kembali disebut dengan penuh hormat.

Tak lagi mengenakan seragam dinas yang selama bertahun-tahun menjadi identitasnya, personel Bagian Sidokkes Polres Kampar itu kini diantarkan menuju pemakaman. Namun, pengabdiannya seolah tetap hidup dalam kenangan rekan-rekan yang mengiringi kepergiannya.

Ratusan personel Polres Kampar, anggota Bhayangkari, para pejabat utama kepolisian, keluarga, hingga masyarakat memenuhi lokasi pemakaman. Mereka datang bukan sekadar menyaksikan sebuah prosesi, melainkan mengantar seorang rekan, sahabat, sekaligus pelayan masyarakat yang telah menyelesaikan tugasnya.

Suasana haru telah terasa sejak di rumah duka di Perumnas Attaya I, Desa Ridan Permai. Di sana, Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Baca juga:Berita Duka, Istri Bupati Rohil Meninggal Dunia


Prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada institusi Polri berlangsung penuh emosi. Di hadapan peti jenazah, keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas penghormatan yang diberikan kepada almarhum. Tangis pecah ketika penghormatan terakhir dilakukan sebelum jenazah diberangkatkan menuju masjid untuk disalatkan.

Bagi keluarga besar Polres Kampar, Aiptu Zainal Arifin bukan sekadar anggota yang bertugas di Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes). Ia dikenal sebagai sosok yang selalu hadir ketika rekan-rekannya membutuhkan pelayanan kesehatan, bekerja tanpa banyak bicara, namun selalu mengutamakan tanggung jawab.



Di TPU Workshop Bukit Indah, upacara kembali digelar dengan penuh khidmat. Laporan komandan upacara, pembacaan riwayat hidup, hingga apel persada menjadi rangkaian penghormatan yang mengingatkan setiap peserta akan perjalanan panjang pengabdian almarhum.

Saat peti jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat, bendera Merah Putih dibentangkan dengan penuh hormat. Semua mata tertuju ke satu titik, sementara keheningan menyelimuti area pemakaman.

Baca juga:Berita Duka, Mantan Ketua DPRD Kampar H Masnur Meninggal Dunia, Siang Tadi Masih Diskusi Panjang Lebar dengan Repol


Tak lama kemudian, suara tembakan salvo memecah sunyi. Dentuman penghormatan terakhir itu menggema di udara, menjadi simbol bahwa seorang Bhayangkara telah menuntaskan tugasnya. Beberapa anggota tampak menundukkan kepala, sementara keluarga tak kuasa menahan air mata.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penimbunan liang lahat yang diawali oleh Inspektur Upacara, diikuti keluarga dan petugas makam. Karangan bunga diletakkan di atas pusara, disusul taburan bunga sebagai ungkapan cinta, penghormatan, dan doa yang tak pernah putus.



Mewakili Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, Wakapolres Kompol Rizki Hidayat menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum.

Baca juga: Berita Duka: Anggota KPPS di Kuansing Meninggal Dunia, Mengeluh Sakit Saat Angkat Kotak Suara


Menurutnya, Aiptu Zainal Arifin telah memberikan kontribusi besar selama bertugas di Polres Kampar, khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada personel maupun masyarakat.

"Almarhum telah memberikan kontribusi yang berharga bagi Polres Kampar dan masyarakat Kabupaten Kampar. Dedikasinya dalam menjalankan tugas, terutama dalam bidang kesehatan personel, akan selalu dikenang oleh kita semua," ujar Kompol Rizki Hidayat.

Ia juga menegaskan bahwa kepergian seorang anggota merupakan kehilangan bagi seluruh keluarga besar Polri. "Kita adalah satu keluarga besar Polri, dan kehilangan salah satu anggota adalah kehilangan bersama. Kami akan terus menjaga hubungan erat dengan keluarga almarhum dan memastikan bahwa mereka tidak dibiarkan sendiri," katanya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)