Viral Dugaan Pemerkosaan Siswi di Jayapura oleh Pejabat-Politikus Gerindra

Ruslan
1.270 view
Viral Dugaan Pemerkosaan Siswi di Jayapura oleh Pejabat-Politikus Gerindra
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Pejabat di salah satu dinas di Provinsi Papua dan politikus Partai Gerindra disebut-sebut menculik dan memperkosa empat siswi SMU di Jayapura. Informasi dugaan pemerkosaan ini pertama kali beredar di media sosial.

"ALERTA ! EMPAT MURID SMU JAYAPURA DICULIK DAN DIPERKOSA KEPALA DINAS KEMEN PU DAN POLITISI GERINDRA," demikian informasi yang dicuitkan @kasmenyalasu pada Jumat, 10 September 2021.

Akun tersebut menyebutkan, pemerkosaan itu menimpa siswa perempuan berinisial DOL, DAL, RW, dan OW--keempatnya berusia 16 tahun.

Dalam kronologi yang dipaparkan @kasmenyalasu, pemerkosaan itu berawal dari ajakan om korban dengan iming-iming jalan-jalan ke Jakarta tanpa sepengetahuan orang tua atau keluarga, pada pertengahan April 2021. Pelaku disebut berjanji memberikan uang kepada korban pada bulan Juni.

Namun, ajakan itu ditengarai berubah menjadi aksi penculikan terencana. Pelaku diduga memberikan minuman beralkohol, mengajak ke bar, menganiaya, meneror, hingga mengintimidasi korban agar menuruti permintaan pelaku.

Pelaku juga disebut berjanji memberikan promosi jabatan kepada orang tua korban dan mengajak korban menangani proyek pembangunan di Papua. Setelah itu, korban dilarang dan diancam agar tak memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga atau siapa pun.

Di peristiwa berbeda pada bulan yang sama, salah satu dari empat korban diduga menjadi sasaran kekerasan seksual berkali-kali oleh seorang kepala dinas di Provinsi Papua. Pelaku diduga memberikan minum hingga korban tak sadarkan diri.

Menurut @kasmenyalasu, semua kejadian itu terkuak setelah pihak keluarga mendengar desas-desus keberangkatan anak-anak mereka dari teman-teman seusia korban. Keluarga sempat melaporkan kejadian itu ke Kepolisian, tetapi mereka dikabarkan mengalami intimidasi, diduga dari pelaku dan Kepolisian Sektor Heram.

Selanjutnya, Kepolisian Resor Kota Jayapura disebut telah memanggil keluarga untuk mediasi atas proses yang berlangsung di Polsek Heram. Namun tak ada hasil memuaskan dari mediasi itu. Keluarga pun dikabarkan mengadu ke Kepolisian Daerah Papua pada Jumat lalu, 10 September 2021.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Ahmad Musthafa Kamal belum merespons pesan dan panggilan dari Tempo.

Adapun Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengaku sudah mengecek informasi itu dan membantah keterlibatan kadernya. "Saya sudah cek tidak ada satu pun kader kami yang terlibat masalah ini," kata Habiburokhman ketika dikonfirmasi, Ahad, 12 September 2021.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)