Tokoh Melayu Bagan Sinembah Soroti Hasil Muscam LAMR Kecamatan, Ini Tanggapanya..

Samsul
4.324 view
Tokoh Melayu Bagan Sinembah Soroti Hasil Muscam LAMR Kecamatan, Ini Tanggapanya..
Suasana Muscam LAMR Kecamatan Bagan Sinembah, Ahad (13/3/2022.

BAGANBATU, datariau.com- Atas nama warga dan Tokoh Melayu Kecamatan Bagan Sinembah menyoroti hasil Muscam LAMR Kecamatan Bagan Sinembah, 13 Maret 2022 di Gedung LAMR Kecamatan kemarin.

Hal ini disampaikan Datuk Said Khairuddin, yang mana dulu dia sering terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan Melayu yang ada di Bagan Sinembah, Rokan Hilir.

"Saya ingin menyampaikan beberapa catatan penting berkaitan dengan hasil Musyawarah Lembaga Adat Melayu Riau Kecamatan Bagan Sinembah. Yang pertama, menurut pandangan saya panitia muscam tidak siap untuk melaksanakan muscam itu sendiri," kata Datuk Said Khairuddin kepada datariau.com, Senin (14/3/2022).

Hal itu terlihat jelas, lanjut Datuk Said, dari banyaknya tokoh masyarakat Melayu yang tidak hadir disebabkan adanya undangan yang tidak sampai kepada mereka. Terutama kepada orang-orang tua.

"Sedangkan dalam AD ART LAMR itu sendiri amanahkan peserta musyawarah terdiri dari utusan kepenghuluan, kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan cendekiawan. Itu yang menjadi peserta musyawarah, ini tidak terpenuhi secara umum," jelas Datuk Said.

Yang kedua, lanjut Datuk Said, panitia dinilai tidak mampu memverifikasi peserta yang hadir. Karena menurut amanah AD ART peserta itu terdiri dari dua. Pertama peserta biasa memiliki hak suara dan peserta luar biasa memiliki hak bicara.

"Ini tidak diverifikasi, karena tatib tidak ada. Sehingga tidak ada tata tertib. Sebab tata tertib yang dibuat LAMR Kabupaten Rokan Hilir grapnya tidak disempurnakan. Bahkan, saya meminta kepada Ketua Panitia sebagai Pemimpin Sidang, ketua panitia tidak mampu itu, tidak menyediakan tatib," ujar Said.

Untung saja, kata Said, Pengurus LAMR Kabupaten membawa tatib itu sendiri, dan tatib itu yang dibaca.

"Tentunya ini sangat fatal. Tatib itu dalam sebuah sidang merupakan perangkat yang harus disetujui dulu oleh peserta musyawarah.Karena musyawarah LAMR itu bukan kaleng-kaleng. Semua itu harus bersumber dari tatib," terang Datuk Said.


Kemudian yang berikutnya berkaitan dengan syarat calon yang mau dipilih dinilai juga fatal.

"Saya menyampaikan berdasarkan tatib, tatib juga rancuh, dimana di tatib itu diamanahkan bahwa calon beragama Islam dan kepribadian Melayu. Tentunya ini sangat salah fatal. Kalau hanya sekadar agama Islam, ini akan membuka celah siapapun orangnya, maupun dia suku apapun asalkan agama Islam dia berhak dan bisa menjadi calon LAMR ini," urai Said.

Kenapa demikian, lanjut Said, karena itu amanah tatib yang dibuat. Kepribadian Melayu itu tidak terletak pada pakaian, tanjak. Kepribadian Melayu itu sikap, cakap, adap.

"Jadi semalam saya minta kepada panitia untuk merubah tatib itu berkaitan dengan calon. Kita minta tatib calon itu Melayu beragama Islam kepribadian Melayu. Jadi melayunya dulu, karena kalau dah Melayu pasti dia Islam. Orang Islam, belum tentu dilahirkan dari Melayu. Miskipun dia tinggal di bumi Melayu," ujarnya.

Jadi kalau hanya sekadar Islam, bisa saja semua orang bisa jadi ketua LAMR. "Asalkan dia muslim bisa. Ini dia, disinilah awal mulanya persoalan ini. Sehingga, hasil dari musyawarah LAM Kecamatan Bagan Sinembah semalam tidak dapat diterima oleh umumnya masyarakat Melayu Kecamatan Bagan Sinembah. Karena hasil pemilihan ternyata dipilih Ketua DPH bukanlah orang Melayu asli. Karena apa, tatib itu tidak mengikat, karena Islam, asal Islam bisa saja ikut menjadi calon," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Said, persoalan ini menjadi persoalan besar. Karena Lembaga Adat Melayu Kecamatan Bagan Sinembah dipimpin oleh bukan orang Melayu. "Kita minta kepada pihak terkait untuk arif dan bijaksana menyikapi hasil muscam LAM Bagan Sinembah yang dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 13 Maret 2022 di Gedung LAM Bagan Sinembah," pintanya.

Supian Buyung SAP selaku calon pada Muscam Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Bagan Sinembah pada Ahad (13/3/2022) kemarin merasa dirinya sangat dirugikan.

"Saya sebagai calon merasa dirugikan, karena ada peserta muscam yang tidak ada hak suaranya dapat kertas voting untuk ikut memberikan hak suaranya dan itu disahkan oleh pimpinan sidang," kata Supian Buyung kepada datariau.com.

Supian Buyung menyebutkan, banyak daftar nama yang sudah dicatat untuk diundang, namun undangan tersebut tidak disampaikan.

"Sehingga banyak masyarakat Melayu yang berdomisili di wilayah Kecamatan Bagan Sinembah tidak mengetahui bahwa ada acara muscam pada hari itu, makanya belum terwakili semua unsur dari masyarakat Melayu di Kecamatan Bagan Sinembah," sebut Supian Buyung.

Dalam hal ini Supian Buyung meminta agar dilakukan pemilihan ulang agar semua masyarakat Melayu diundang dan tidak hanya tertentu saja.

"Masyarakat Melayu kita di Bagan Sinembah ada ratusan orang, banyak tokoh-tokoh tua merasa tidak dapat undangan. Maka dari itu kami selaku masyarakat Melayu Bagan Sinembah meminta kepada LAMR Kabupaten untuk dilakukan pemilihan ulang," harapnya.

Selain itu Masyarakat Melayu Bagan Sinembah, Azlan keberatan atas terpilihnya Samsuhir sebagai Ketua Dewan Pimpinan Harian LAM Bagan Sinembah, Ahad (13/3/2022) kemarin.

Menurut Azlan, ketua terpilih bukanlah asli suku Melayu, selain itu Samsuhir disebut juga masih aktif menjabat selaku camat di salah satu kecamatan di Rohil.

Selain itu Azlan menyampaikan, dia keberatan saat pembentukan ulang Panitia Muscam LAM Bagan Sinembah tanpa pemberitahuan dan disampaikan kepada umum melalui Group Melayu di Bagan Sinembah.

"Sangat kita sayangkan, undangan sebagian besar tidak disampaikan dan undangan hanya sebagian besar di sampaikan kepada pendukung kandidat tertentu saja," kesal Azlan kepada datariau.com, Senin (14/3/2022).

Lebih parahnya, lanjut Azlan, kriteria ketua sudah diperdebatkan sebelum muscam terlaksana, tapi tidak direspon oleh panitia pelaksana, seolah-olah semua serba dipaksakan.

"Saya sebagai orang Melayu merasa keberatan atas pelaksanaan muscam dan hasil muscam," tegas Azlan.

Ditambah lagi disaat akan diajukannya calon-calon ketua ada 1 nama yang diajukan dan nama tersebut masih menjabat sebagai camat di salah satu kecamatan yang ada di Rohil.

"Hal ini sudah saya ajukan keberatan. Karena seandainya beliau dimutasi jauh dari Kecamatan Bagan Sinembah bagaimana nasib LAMR Kecamatan Bagan Sinembah kedepannya," tanya Azlan.

Maka dari itu, kata Azlan, perluanya dilakukan peninjauan ulang oleh LAMR Kabupaten dan Provinsi.

Hal senada juga disampaikan H Wansurizal, ia sebagai Tokoh Masyarakat Melayu Bagan Sinembah tidak terima Ketua Lembaga Adat Melayu Riau dipimpin bukan dari suku Melayu asli.

"Kenapa bisa Samsuhir jadi ketua LAMR Kecamatan Bagan Sinembah, dia itu bukan Melayu. Hal ini saya sebagai Putra Melayu sangat keberatan," kata Wansurizal.

Wansurizal menyebutkan, warga Melayu di Bagan Sinembah banyak, kenapa tidak diundang semua. Kenapa hanya puluhan orang saja yang hadir.

"Padahal, kita warga Melayu di Bagan Sinembah ada ratusan orang, baik itu tergabung di Grup WhatsApp Arisan Melayu maupun diluar itu. Sepertinya nampak kali pemaksaaan dan disengaja," ujarnya.

Dalam hal ini, lanjut Wansurizal, Samsuhir itu bukanlah orang Melayu, memang dia lahir di Bengkalis yang namanya LAMR inikan khsus Adat orang Melayu, kenapa dia ditunjuk, ada apa sebenarnya.

"Siapapun orang melayu terpilih tidak menjadi masalah, tapi dia benar orang Melayu, tentu tahu adat-adat Melayu, kalau bukan Melayu siapaun sukunya jadi anggota tidak masalah. Tapi kalau ketua itu harus orang Melayu," ujarnya.

Sementara itu H Amat Sayuti mengatakan, dirinya menilai Ketua DPH LAMR Kecamatan Bagan Sinembah yang baru dipilih hanya oleh beberapa orang, tidaklah cocok.

"Inikan LAMR (Lembaga Adat Melayu Riau), pada intinya dipimpin oleh orang Melayu, kalau Supian Buyung itu asli melayu, H Syahnan betul, ayah omaknya Melayu.Kalau Samsuhir itu bukanlah orang Melayu, saran saya kepada Samsuhir mundurlah, biarlah orang Melayu yang memimpin sesuai nama adat dan organisasinya," pintanya.

Sayuti meminta agar LAMR Kecamatan Bagan Sinembah betul-betul dipimpin orang Melayu, bukan suku lain.

"Ini pertama kali di Rohil bukan suku Melayu memimpin Lembaga Adat Melayu Riau. Kalau kuat ingin bergabung di LAM ini, bisa-bisa saja, tapi jadi anggota, tapi bukan menjadi ketua," sarannya.

Abdul Gani warga Melayu Bagan Sinembah juga mengatakan demikian, ia kecewa saat pemilihan tidak ada disebutkan calon dari suku apa.

"Saya hadir di waktu muscam merasa ketipu, kenapa demikian, kalau tahu saya yang dicalonkan bukan suku dari Melayu barang tentu saya ikut protes," katanya.

Dalam hal ini, dia meminta agar dibatalkan dan dilakukan pemilihan ulang kembali, dirinya beranggapan muscam itu cacat.

Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)