Sosialisasi Kolaborasi Cegah Stunting di Kabupaten Siak

Hermansyah
643 view
Sosialisasi Kolaborasi Cegah Stunting di Kabupaten Siak
Sosialisasi Kolaborasi Cegah Stunting di Kabupaten Siak.

SIAK, datariau.com - Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Siak bersama Tanoto Foundation mengelar sosialisasi kegiatan program kolaborasi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Siak.

Sekda Siak, Drs H Arfan Usman MPd saat membuka kegiatan tersebut menyebutkan, berbagai kebijakan diambil dalam mencapai angka 14 persen prevalensi stunting di tahun 2024. Salah satunya dengan melibatkan semua pihak melalui program kolaborasi percepatan penurunan stunting.

?Kami sangat mengapresasi Tanoto Foundation dan PT RAPP yang memberikan perhatian penuh terhadap penurunan angka stunting di Kabupaten Siak. Kami mendukung kegaitan ini,? ujar Arfan saat membuka kegiatan sosialisasi di Ruang Kantor Bappeda Siak, Senin (3/10/2022).

Arfan berharap kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Siak, lebih bersinergi dan aktif dalam upaya penurunan angka stunting ini.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada TPPS yang telah membawa Kabupaten Siak menerima penghargaan atas aksi konvergensi penurunan stunting di Provinsi Riau tahun 2021 dari Gubernur Riau Syamsuar yang diterima Bupati Siak Alfedri hari ini di Pekanabaru," kata Arfan.

Dikatakan Arfan, sekali lagi kami berterimkasih kepada Tanoto Foundation yang telah menjalin kerjasama dengan Pemkab Siak, dan beberapa waktu lalu juga telah dilakukan MoU dalam mendukung penuruan stunting di Siak.

Sementara itu Tanoto Fondation, Dedi Triadi mengatakan, mengatasi stunting harus melibatkan multi sector seperti pemerintah, swasta, akademisi, media dan komunitas masyarakat.

?Program kami ini dilatar belakangi, bentuk kontribusi perusahaan, kedua kami melihat masih tingginya angka stunting di Riau. Stunting ini masalah serius yang harus melibatkan semua pihak, kami hadir disitu," ungkap dia.

Dijelaskan Dedi, Presiden Jokowi juga menargetkan di tahun 2024 angka stunting turun di angka 14 persen. Jika kita melihat angka penurunan stunting dari tahun ke tahun secara nasional, angkanya turun sangat tipis sekali.

"Melihat trennya, kalau kita biarkan Indonesia tidak akan mampu turun di angka14 persen. Dari situlah kami merangkai program dan memiliki komitemen bersama-sama pemerintah intervensi penurunan angka stunting," pungkasnya.(rls/man)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)