BAGANBATU, datariau.com - Kedua orangtua Mario Steven Ambarita, pemuda yang masuk ke ruang roda pesawat, kabur dari rumah sejak Jumat kemarin sekira pukul 01.00 WIB tengah malam. Sebelum kabur, Mario sempat mengajak ayahnya ke warnet untuk membaca berita tentang dirinya.
"Waktu mau ke warnet, saya temani. Dia minta tolong ke saya antarkan ke warnet terdekat. Disana dia mencari berita tentang dirinya sewaktu menerobos masuk ke dalam ruang roda pesawat Garuda Indonesia rute penerbangan Pekanbaru-Jakarta," kata Ayah Mario, Manahan Ambarita kepada datariau.com, akhir pekan kemarin di kediamannya.
Diceritakan sang ayah, saat anaknya mencari berita di internet tentang aksi nekatnya masuk ke ruang roda pesawat, dia melihat Mario tertawa di warnet tersebut.
"Dia ketawa ketika melihat dirinya masuk berita dan bahkan terucap dari mulutnya, Yah, lihat saya keluar dari perut pesawat Garuda, orang keluar dari pintu, canda dia kepada saya pada saat itu," ujar sang Ayah menirukan anaknya.
Kepergian Mario membuat kekhawatiran mendalam pihak keluarga, terutama Manahan Ambarita yang merupakan ayah kandung Mario dan Tiar Sitanggang sang ibu Mario. Mereka pagi hari menemukan sepucuk surat dari Mario yang diletakkan di meja TV.
"Buat Mama dan Ayah yang paling Kucinta, inilah judul surat yang ditulis oleh Mario," ujar Manahan memperlihatkan secarik surat Mario kepada wartawan.
Keluarga juga mengaku cemas terhadap anaknya karena kondsi sang anak saat ini labil. Pihak keluarga juga telah mencari kemana-mana, namun tak juga kunjung ditemukan dimana anak itu bersembunyi.
"Dugaan saya kalau tidak kabur ke Pekanbaru, berarti ke Medan dia. Tolong selamatkan anak kami. Karena anak kami masih labil dan trauma dengan kejadian kemarin. Bila ada menemukan dia hubungi namor ini 085365199887," ucap ibu kandung Mario, Tiar Sitanggang berurai air mata.
Dimitri Yosua Amberita, adek kandung Mario, menuturkan, bahwa malam itu memang abangnya tersebut berkeinginan tidur di kamarnya. Namun tanpa disadari sang abang pada paginya sudah tidak ada lagi di tempat.
"Saya sedih karena abang gak di rumah lagi. Selama di rumah dia baik sama adeknya. Bila ada abang di rumah sering memberikan kami jajan. Baru satu malam abang tidur dekat saya terus pergi lagi. Abang pulang ya, jangan tingalin kami sama mama dan ayah," tangis Dimitri. (sam)