BAGANBATU, datariau.com - Tiar Br Sitanggang yang merupakan Ibunda dari Mario Steven Ambarita, pemuda yang menyusup di rongga roda pesawat Garuda Indonesia rute penerbangan Pekanbaru - Jakarta pada 7 April lalu mengaku banyak mendapatkan tawaran pekerjaan untuk anaknya saat anaknya itu dilepaskan pulang kampung oleh kepolisian.
Namun, dirinya mengaku sampai saat ini belum ada satupun tawaran yang benar-benar serius, sebab semua tawaran hanya masih berbentuk penyampaian lisan, baik langsung kepada Mario maupun melalui dirinya.
"Ya, sampai sekarang belum ada yang menghubungi saya, semua masih sebatas penawaran lisan dan belum ada tindak lanjutnya," ungkap Tiar kepada wartawan, Kamis (16/4/2015).
Tiar berharap, jika tawaran pekerjaan yang dijanjikan benar adanya, kiranya dapat kembali memberitahukan kepada keluarganya, sebab pada saat tawaran pekerjaan itu disampaikan, situasi ibu Mario masih dalam kesedihan yang disebabkan proses hukum anaknya belum mendapatkan kejelasan pasti.
"Saat itu saya masih fokus dengan keadaan Mario, sehingga saya tidak ingat siapa-siapa saja yang menawarkan pekerjaan itu buat anak saya," jelasnya kembali.
Namun dirinya sempat mendengar bahwa camat Bagan Sinembah menjanjikan pekerjaan buat Mario, untuk itu dirinya berharap kiranya camat dapat benar benar mewujudkan apa yang dijanjikannya. "Mudah-mudahan saja pak camat serius dan dapat memberikan pekerjaan kepada Mario, agar Mario juga tidak perlu jauh dari keluarga untuk bekerja," pintanya.
Disamping itu, Tiar bersama suaminya Manahan Ambarita sangat bersyukur Mario selamat dalam insiden tersebut. "Kita akui itu tindakan yang salah, namun yang kita syukuri, Mario selamat. Untuk itu kami dari keluarga meminta maaf kepada semua pihak atas apa yang telah dilakukan anak kami, kiranya ini dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga buat kami dan buat semuanya, sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar besarnya," ujar Ibu Mario. (sul)