Plt Kadis Kominfo Banyuasin Angkat Bicara Soal Warga Disebut Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah

Samsul
137 view
Plt Kadis Kominfo Banyuasin Angkat Bicara Soal Warga Disebut Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah

SUMSEL, datariau.com - Terkait, janda beranak dua Roaini warga Jalan Talang Jaya Raya I (sesuai KTP), warga Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan sudah menderita sakit lumpuh, diabetes serta disinyalir ada komplikasi penyakit lain. Hampir 1 tahun terakhir, dia terbaring di kediaman orangtuanya.

Kondisi ekonomi yang memprihatinkan, membuat Roaini hanya pasrah menahan sakit selama lebih kurang satu tahun ini karena tak punya biaya untuk berobat ke rumah sakit.

“Selama ini belum tersentuh bantuan, dari baik dari Pusat, Provinsi khususnya, Kabupaten Banyuasin,” terang salah seorang kerabatnya, Ismail Hamid, Sabtu, (18/09/2021) malam.

Sementara terkait hal itu, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Banyuasin Nofaredi SSos Kepada awak media Minggu (19/09) Melalui Pesan WhatsApp Pribadinya mengatakan, dia membantah kalau Pemerintah kabupten Banyuasin tidak pernah memberikan bantuan kepada pasien dimaksud.

“Itu tidak benar kalau atas nama Ibu Roaini tidak pernah mendapatkan perhatian dan bantuan kesehatan dari Pemkab Banyuasin,” tegas Nofaredi.

Menurut dia, Roaini pada tahun 2019 berobat rutin di PKM Talang Jaya Betung untuk diperiksa mata dengan diagnosa katarak dan dirujuk ke RSUD Banyuasin. Namun setelah dicek glukosa darah 350 mg/dl, TD : 130/90 mmHg, hingga dirujuk ke RS Mata Palembang.

Kemudian lanjut Kadis, Januari 2020 Roaini dilakukan operasi mata dan diopname di RS selama 2 hari. Setelah operasi mata, ternyata si pasien ada luka di kaki, namun pemeriksaan dilakukan di rumah karena tidak bisa berjalan.

“Selanjutnya tanggal 3 Maret 2020 pasien dirujuk lagi ke RSUD Banyuasin, keadaan pasien lemah glukosa darah 80 mg.dl, TD : 130/90 mmHg dan langsung opname. Setelah seminggu pasien membaik, KU pasien gula darah 150 mg/dl, pasien pulang kerumah setelah itu perawatan luka dirumah kurang lebih 1 tahun dan luka membaik,” jelas Nofa.

Tahun 2021, lanjutnya, keadaan keadaan pasien lemah kembali, setengah badan sebelah kiri tidak bisa digerakkan, D : 130/90 mmHg, glukosa darah 150 mg/dl, hingga disarankan pasien dirujuk ke RSUD Banyuasin.

“Tetapi pasien menolak dan berobat kampung diurut saja, karena tidak ada biaya untuk keluarga pasien yang jaga. “Pemeriksaan terakhir TD : 150/90 mmHg, kadar glukosa darah 154mg/dl,” jelasnya.

Kemudian berdasarkan info dari Sekdes setempat, menurut dia, Roaini ini memang janda, punya 2 anak Laki2 (satu sudah menikah dan satu lagi 17 tahun). Tinggal di tempat ibunya yang mendapatkan BLT-DD). Sedangkan Roaini mendapatkan BST, dan pernah mengajukan kursi roda.

“Jadi tidak benar kalau Pemkab Banyuasin tidak ada perhatian kepada pasien tersebut,” tutur Nofaredi. (Fer)

Penulis
: Ferihadi
Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com