Pengemis Canggih Minta Uang Pakai QR Code

Ruslan
1.235 view
Pengemis Canggih Minta Uang Pakai QR Code
Foto: Ist
Pengemis di China minta-minta pakai QR Code. 

DATARIAU.COM - Seperti di Indonesia, China juga memiliki banyak gelandangan dan pengemis. Namun canggihnya, para pengemis di negeri Tirai Bambu sudah dibekali dengan QR Code untuk menerima sedekah dari orang-orang.

Para pengemis itu akan membawa lembar QR Code yang dikalungkan atau ditempel di kaleng untuk meminta-minta. Jadi selain menerima sedekah secara tunai, mereka juga menerima transaksi non-tunai.

Dalam laporan China Daily, beberapa pengemis di China sudah beralih ke teknologi untuk meminta-minta sejak 2017. Mereka banyak yang meninggalkan cara-cara tradisional.

Banyak pengemis menggunakan transaksi online melalui QR Code yang dibawa-bawa oleh mereka. Selain itu, para pengemis tersebut juga menerima sumbangan melalui aplikasi WeChat.

Artinya ketika seseorang tidak memiliki uang cash para pengemis itu akan menawarkan sumbangan digital, lewat QR Code atau WeChat. Hal ini diketahui setelah seorang pengguna Facebook bernama Fazil Irwan membagikan pengalaman tersebut saat berkunjung ke Beijing, China.

Irwan menulis saat itu ia dan teman-temannya didatangi seorang pengemis nenek yang meminta uang. Salah seorang teman Irwan awalnya mengusir nenek tersebut sembari berkata dia tidak membawa uang tunai.

Mereka kaget ketika sang nenek malah mengatakan bahwa dia menerima transaksi non tunai. Nenek itu kemudian mengeluarkan kartu dengan sebuah QR Code. Sedekah pun diberikan teman Irwan dengan men-scan QR Code tersebut melalui aplikasi WeChat.

Meski demikian, ada hal yang terbilang berbahaya dari pemberian sedekah kepada pengemis di China melalui QR Code. Hal itu sebagaimana laporan dari International Business Times.

Berdasarkan klaim dari sebuah perusahaan pemasaran digital, China Channel, mengungkapkan banyak dari para pengemis di Beijing sebenarnya dibayar oleh beberapa startup lokal untuk mempromosikan penggunaan kode QR dan menarik orang untuk memindainya.

Pemindaian ini lalu dimanfaatkan untuk mengumpulkan data-data pengguna dari aplikasi WeChat. Data-data yang terkumpul lalu dijual ke beberapa bisnis kecil untuk keperluan periklanan.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)