SMM PANEL INDO

Penabalan Batin Senapelan, H Fathullah: Teguhkan Kembali Marwah Adat dan Budaya di Pekanbaru

datariau.com
198 view
Penabalan Batin Senapelan, H Fathullah: Teguhkan Kembali Marwah Adat dan Budaya di Pekanbaru
Foto: Ist.
H Fathullah, menyampaikan harapannya agar keberadaan Batin Senapelan tidak hanya menjadi simbol adat, tetapi mampu menjalankan amanah dan berkontribusi dalam kehidupan masyarakat.

PEKANBARU, datariau.com - Acara Penabalan Batin Senapelan, Ninik Mamak dan Perangkat Batin Senapelan berlangsung lancar di Rumah Cagar Budaya Batin Senapelan, Jalan Meranti, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Ahad (27/9/2026).

Dalam prosesi tersebut, Datuk Yusra bin Naslan bin Nontel resmi ditabalkan sebagai Batin Senapelan. Kegiatan penabalan juga diisi dengan sejumlah rangkaian acara adat, salah satunya prosesi tepuk tepung tawar.

Usai prosesi penabalan, tokoh masyarakat Kota Pekanbaru, H Fathullah, menyampaikan harapannya agar keberadaan Batin Senapelan tidak hanya menjadi simbol adat, tetapi mampu menjalankan amanah dan berkontribusi dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Fathullah, Batin Senapelan dapat mengambil peran dalam menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru sehingga keberadaan lembaga adat tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kehadiran Batin Senapelan ini harus bisa menjalankan amanah yang telah disampaikan beberapa tokoh masyarakat adat dan perwakilan Pemerintah Kota Pekanbaru. Batin ini bisa mewakili pemerintah, dan jangan batin itu sekadar batin saja. Bila perlu harus bisa bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru," ungkap Fathullah.

Ia menjelaskan, keberadaan batin telah dikenal sejak zaman datuk-datuk terdahulu dan memiliki peran dalam kehidupan masyarakat. Namun, menurutnya, tidak banyak masyarakat saat ini yang mengetahui sejarah serta fungsi batin tersebut.

"Jadi, keberadaan batin ini sudah ada di zaman datuk-datuk kita dahulu, bahkan keberadaan batin ini mewakili pemerintah. Cuma masyarakat sekarang ini tidak tahu. Maka keberadaan batin ini perlu kita lestarikan lagi," ujarnya.

Fathullah menyebut, terdapat tiga batin yang dikenal di Kota Pekanbaru, yakni Batin Senapelan, Batin Tenayan dan Batin Sungai Mengambang.

Ia menilai pelestarian keberadaan batin menjadi semakin penting di tengah perkembangan zaman. Selain kelembagaan adat, rumah Cagar Budaya Batin Senapelan juga dinilai perlu mendapat perhatian agar keberadaannya tetap terjaga.

"Bila perlu Rumah Cagar Budaya Batin Senapelan bisa menjadi kantor atau sekretariat, sehingga keberadaan Rumah Cagar Budaya Batin Senapelan bisa terawat oleh pihak batin hingga zuriat Batin Senapelan," ujar Fathullah yang pernah menjabat sebagai Ketua MKA LAMR Kota Pekanbaru.

Sementara itu, Ketua DPH LAMR Kota Pekanbaru, Datuk Seri Muspidauan, mengatakan penabalan Batin Senapelan menjadi momentum penting bagi masyarakat Kota Pekanbaru dalam menegakkan kembali nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur.

Menurutnya, prosesi tersebut bukan sekadar kegiatan simbolis maupun seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat kembali tatanan adat dan marwah masyarakat Melayu.

"Hari ini merupakan momentum bagi masyarakat Kota Pekanbaru, yakni adanya penabalan Batin Senapelan yang bukan sekadar prosesi simbolis atau tradisi seremonial belaka, melainkan upaya menegakkan kembali saka (pilar) dan marwah adat yang telah diwariskan oleh para leluhur kita," ungkap Muspidauan.

Ia berharap penabalan tersebut dapat memperkuat tatanan adat di wilayah Senapelan sekaligus mempererat persatuan masyarakat.

"Kami dari Dewan Pimpinan Harian LAMR Kota Pekanbaru berharap dengan dilaksanakannya penabalan ini, tatanan adat di wilayah Senapelan semakin kokoh, persatuan masyarakat semakin erat serta nilai-nilai kearifan lokal terus menjadi pelita bagi pembangunan Kota Pekanbaru," harapnya.

Di kesempatan yang sama, Batin Senapelan Datuk Yusra bin Naslan bin Nontel menyampaikan terima kasih kepada seluruh zuriat Batin Senapelan yang selama ini telah bersepakat hingga terlaksananya prosesi penabalan.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari anggota DPRD Kota Pekanbaru, pengurus LAMR Kota Pekanbaru serta Pemerintah Kota Pekanbaru dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada zuriat Batin Senapelan yang telah lama bersepakat hingga sampai penabalan ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Kota Pekanbaru yang telah berpartisipasi pada acara ini dan pengurus LAMR Kota Pekanbaru serta Pemerintah Kota Pekanbaru," ungkap Datuk Yusra.

Ia berharap keberadaan Batin Senapelan ke depan dapat turut mendorong pelestarian kebudayaan di Kota Pekanbaru serta terus bersinergi dengan LAMR Kota Pekanbaru dan Pemerintah Kota Pekanbaru.

"Kami juga berharap kepada zuriat Batin Senapelan untuk meningkatkan kebudayaan di Kota Pekanbaru serta tetap bersinergi dengan LAMR Kota Pekanbaru dan Pemerintah Kota Pekanbaru," harapnya.

Di akhir acara, turut dibacakan sejarah singkat Senapelan serta perjuangan Lurah Kampung Baru, Yeni Erita, S.Sos, pada masanya dalam memperjuangkan keberadaan Rumah Cagar Budaya Batin Senapelan.

Pembacaan tersebut disaksikan Anggota DPRD Kota Pekanbaru H Fathullah dan Nofrizal, Datuk Seri Muspidauan, datuk dan datin zuriat Batin Senapelan, tokoh masyarakat serta perangkat Batin Senapelan.

Prosesi penabalan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan adat dan budaya Melayu di tengah perkembangan Kota Pekanbaru, sekaligus memperkuat kembali hubungan antara lembaga adat, masyarakat dan pemerintah. ***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)