SMM PANEL INDO

Jejak Digital Melayu, Inovasi KKN Universitas Abdurrab Kenalkan Budaya Melayu Kampar Lewat Kode QR

datariau.com
108 view
Jejak Digital Melayu, Inovasi KKN Universitas Abdurrab Kenalkan Budaya Melayu Kampar Lewat Kode QR

TAPUNG HULU, datariau.com - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus melestarikan budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Semangat tersebut diwujudkan KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab, Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, melalui sebuah inovasi bernama “Jejak Digital Melayu”. Program ini memanfaatkan teknologi kode QR (Quick Response) sebagai media pembelajaran digital untuk memperkenalkan budaya Melayu Riau, khususnya Melayu Kampar, kepada masyarakat.

Melalui kode QR yang ditempatkan pada media informasi, masyarakat dapat mengakses beragam informasi tentang budaya Melayu. Mulai dari sejarah, adat istiadat, bahasa, makanan khas, kesenian, tradisi, hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat Melayu.

Baca juga:Semarak HUT ke-81 RI di Senama Nenek, KKN Abdurrab dan Warga Gelar Pesta Rakyat


Cukup dengan memindai kode QR menggunakan telepon pintar, masyarakat dapat memperoleh informasi budaya secara mudah, praktis, dan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.

PJ Program Kerja Jejak Digital Melayu sekaligus mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Abdurrab, Chandra Edi Saputra, mengatakan program tersebut merupakan bentuk pemanfaatan teknologi untuk memperkenalkan budaya Melayu dengan cara yang lebih menarik dan mudah diakses.

“Melalui Jejak Digital Melayu, kami ingin membuat informasi tentang budaya Melayu Riau dan Kampar menjadi lebih dekat dengan generasi muda. Dengan memanfaatkan kode QR, masyarakat cukup melakukan pemindaian melalui telepon pintar untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai sejarah, adat istiadat, tradisi, kesenian, makanan khas, hingga nilai-nilai budaya Melayu,” ujarnya.

Baca juga:Teknik Sipil Universitas Abdurrab Raih Juara Balsa Bridge Competition pada Dies Natalis FKMTSI Wilayah II Riau-Kepri


Menurut Chandra, pemanfaatan teknologi untuk pelestarian budaya menjadi salah satu langkah agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menjaga identitas dan warisan budaya daerah.

“Harapan kami, teknologi tidak hanya digunakan untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan dan melestarikan budaya. Karena mengenal budaya adalah langkah awal untuk mencintai dan menjaga warisan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KKN Kelompok 17 Desa Senama Nenek, Muhammad Aldi Irfan, menyampaikan bahwa Jejak Digital Melayu merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam menggabungkan teknologi, edukasi, dan pelestarian budaya.

“Melalui Jejak Digital Melayu, kami ingin memanfaatkan teknologi bukan hanya untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga identitas dan warisan budaya daerah. Harapannya, generasi muda dapat semakin mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan budaya Melayu Riau dan Kampar,” ujarnya.

Baca juga:Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Abdurrab Peduli Bencana, Turun Untuk Aksi Galang Dana


Kehadiran program ini diharapkan dapat memperluas cara masyarakat dalam mengenal dan mempelajari budaya Melayu. Warisan budaya tidak hanya disampaikan melalui cerita, kegiatan adat, maupun pembelajaran secara langsung, tetapi juga dapat hadir dalam ruang digital yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.

Penulis
: Aldi Irfan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)