Pelaku Keroyok Wartawan Media Online Riau Belum Ditangkap

Midas
5.571 view
Pelaku Keroyok Wartawan Media Online Riau Belum Ditangkap
Foto: Ist.
Lokasi pengeroyokan wartawan media online Riau Uul oleh sekelompok preman.

PEKANBARU, datariau.com - Polda Riau belum berhasil menangkap kelompok preman yang menganiaya dan mengeroyok wartawan media online Riau Miftahul Syamsir yang terjadi pada Jumat (7/10/2022) malam di Kedai Kopi Klasik, Dekat Mapolsek Sukajadi Pekanbaru, terhitung hari ini Kamis (13/10/2022) kasus tersebut hampir sepekan sejak dilaporkan korban ke Polda Riau.

Kelompok preman yang melakukan pengeroyokan diduga karena wartawan media online Riau Miftahul Syamsir alias Uul yang juga merupakan Sekretaris DPD KNPI Riau mengkritisi kebijak Pj Walikota Pekanbaru Muflihun terkait persoalan banjir yang terjadi di Pekanbaru.

Bahkan, kelompok preman yang sudah merencanakan penganiayaan dan pengeroyokan secara sadis dan brutal tersebut nyaris menghabisi nyawa korban Miftahul Syamsir, kepala korban bocor dipenuhi luka darahnya bercucuran, luka dan lebam di bagian wajah, mata dan luka lebam di bagian tubuh, bahkan jika tidak diselamatkan dua orang anggota polisi di TKP yang merupakan tempat keramaian Kedai Kopi Klasik dekat Mapolsek Sukajadi Pekanbaru, Uul bisa-bisa meninggal dunia.

"Apakah sesulit ini bagi Aparat Penegak Hukum untuk proses kasus yang sebenarnya sepele sudah tahu pelakunya, kasus ini hampir menghilangkan nyawa saya kalau tidak diselamatkan dua orang anggota polisi yang datang ketika terjadi penganiayaan dan pengeroyokan terhadap saya," ungkap wartawan media online Riau Miftahul saat masih terbaring tak berdaya di rumah sakit, Kamis (13/10/2022).

Baca juga: Wartawan Media Online Riau Babak Belur Dikeroyok, Diduga Gara-gara Berita Banjir Pekanbaru


Miftahul Syamsir menyayangkan lambannya aparat hukum bertindak untuk menangkap pelaku yang sudah dilaporkannya. "Apakah perlu saya pergi aku ngadap bapak Kapolda langsung. Apakah untuk mendapatkan keadilan ini harus saya perjuangkan dulu, sementara saya kondisi masih seperti ini. Apakah karena ini ada kaitannya dengan pejabat, ada apa ini pak Kapolda," ujar Miftahul sembari mengeluhkan sakit yang masih dirasakannya di bagian kepala, mata dan seluruh badannya.

Sementara itu, Mirwansyah SH MH Kuasa Hukum korban meminta aparat hukum segera menangkap para pelaku karena dalam laporan sudah jelas kronologisnya. "Karena sampai hari ini pelaku belum ditangkap, masih berkeliaran. Ini murni kriminal, ini murni pelanggaran hak asasi manusia," ungkap Mirwansyah.

Ia merasa heran kenapa sampai saat ini tak satupun pelaku kelompok preman tersebut ditangkap. "Apakah sesulit itu perkaranya, saya nggak ngerti. Tapi usai dianiaya dan dikeroyok kelompok preman Jumat malam 7 Oktober 2022 dengan keadaan berlumur darah dalam keadaan yang sangat kacau, korban sudah membuat laporan ke Polda Riau," ujar Mirwansyah.

Kendati belum satupun pelaku pengeroyokan ditangkap, Mirwansyah tetap merasa yakin Kapolda Riau mampu menangkap para pelaku kelompok preman tersebut dan kembali memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Saya yakin Bapak Kapolda Riau mampu untuk menangkap pelaku, dan kami percaya Pak Kapolda Riau akan memberi rasa aman dan ketertiban di Pekanbaru Riau," tandas Mirwansyah.

Baca juga: Seorang Wartawan Media Online Riau Dikeroyok, PW MOI: Kami Kawal Kasus Ini Sampai Polisi Tangkap Semua Pelakunya


Miftahul Syamsir sebagai wartawan media online Riau selaku korban penganiayaan dan pengeroyokan dilakukan kelompok preman secara sadis dan brutal sehingga kepalanya bocor darahnya bercucuran dan matanya lebam dan merah seluruh badannya lebam dan dipenuhi luka sehingga baju yang dipakai sobek dipenuhi darah akibat dipukuli, ditendang dan dipukuli dengan sejumlah benda keras, gelas, kursi dan sendok.

"Gas, habisi..!" kata pelaku kepada rombongannya saat mengeroyok dan menganiaya wartawan media online Riau Miftahul Syamsir. Tidak hanya dipukuli dan ditendangnya, Miftahul Syamsir juga dipukuli dengan gelas, kursi, sendok dan garpu.

"Saya dipukuli mereka sampai kepala saya bocor bercucuran darah dan mata saya lebam merah, seluruh badan saya sakit memar- memar dan luka-luka di seluruh tubuh akibat pengeroyokan kelompok preman yang mengaku simpatisan Pj Walikota Pekanbaru tersebut," kata Miftahul.

Baca juga: Polda Riau Ungkap Kronologi Penganiayaan Wartawan Media Online Riau, Pelaku Marah Karena Pemberitaan tentang Pj Walikota Pekanbaru

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)