PEKANBARU, datariau.com - Di sebuah sudut kafe dekat kawasan kampus di Pekanbaru, suara notifikasi ponsel terdengar nyaris tanpa henti. Bukan pesan tugas kuliah atau ajakan nongkrong, melainkan pemberitahuan pesanan masuk dari marketplace online. Di era pekerjaan modern hari ini, mahasiswa tidak lagi hanya sibuk mengejar nilai akademik, tetapi juga mulai serius mencari uang sampingan melalui dunia digital.
Fenomena ini tumbuh cepat di Kota Pekanbaru dan sejumlah daerah di Riau. Banyak remaja kampus kini memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk menjalankan usaha kecil-kecilan sambil kuliah. Ada yang menjual pakaian, makanan ringan, parfum, aksesori gadget, hingga jasa desain dan promosi media online.
Bagi sebagian mahasiswa, pekerjaan sambilan berbasis online bukan lagi sekadar tambahan uang jajan. Aktivitas itu perlahan menjadi jalan untuk belajar mandiri, memahami dunia bisnis modern, sekaligus bertahan di tengah biaya hidup yang terus meningkat.
Rizky, mahasiswa semester lima di salah satu kampus swasta Pekanbaru, mengaku awalnya hanya mencoba-coba menjadi reseller sepatu melalui marketplace. Namun dalam beberapa bulan terakhir, pesanan mulai rutin datang dari berbagai daerah di Riau.
“Awalnya cuma iseng untuk tambah uang bensin dan makan. Tapi sekarang lumayan, kadang bisa dapat lebih dari uang kiriman orang tua,” ujarnya sambil membalas pesan pelanggan dari telepon genggamnya.
Baca juga:Strategi Bisnis Agar Media Online Riau Tetap Bertahan di Tengah Gelombang Digital
Setiap malam setelah menyelesaikan tugas kuliah, Rizky memotret produk, membuat video pendek untuk media sosial, lalu mengunggahnya ke marketplace. Rutinitas itu kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya sebagai mahasiswa.
Fenomena serupa juga dialami oleh Nabila, mahasiswi yang membuka usaha hampers dan buket bunga secara online. Menurutnya, dunia digital memberi peluang besar bagi anak muda yang kreatif dan berani mencoba.
“Kalau dulu orang cari kerja harus tamat dulu. Sekarang sambil kuliah pun sudah bisa punya penghasilan sendiri,” katanya.
Di Pekanbaru, geliat pekerjaan modern berbasis digital semakin terasa sejak penggunaan marketplace dan media sosial meningkat tajam beberapa tahun terakhir. Banyak mahasiswa memanfaatkan ruang digital sebagai tempat jual beli yang praktis tanpa harus memiliki toko fisik.
Cukup bermodal telepon pintar, koneksi internet, dan kreativitas membuat konten, usaha kecil bisa menjangkau pembeli dari berbagai kota. Sistem pembayaran digital dan jasa pengiriman yang semakin cepat turut mempermudah transaksi.
Perubahan pola kerja generasi muda merupakan bagian dari transformasi ekonomi modern. Dunia pekerjaan kini tidak lagi selalu identik dengan kantor dan jam kerja tetap.
Baca juga:
Ini Dia Media Online Riau Teratas di Pencarian Google