BEKASI, datariau.com - Semangat pantang menyerah ditunjukkan Ibu Paini (55), seorang penyandang disabilitas fisik di Kota Bekasi yang berhasil membangun ruang pemberdayaan ekonomi bagi komunitas disabilitas melalui Kedai In-Spirasi. Bersama dukungan BSI Maslahat, usaha berbasis inklusif itu kini berkembang dan mampu mencatat transaksi hingga puluhan juta rupiah setiap bulan.
Kedai In-Spirasi yang berlokasi di Jalan Tawamangu Nomor 200, Bekasi, menjadi simbol bangkitnya kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Di tempat tersebut, para penyandang disabilitas tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar membangun usaha secara mandiri dan produktif.
Ibu Paini, sosok di balik berdirinya kedai tersebut, merupakan penyandang disabilitas fisik dengan kondisi tangan dan kaki yang tidak sempurna. Namun, keterbatasan itu tidak menjadi penghalang baginya untuk memberdayakan sesama penyandang disabilitas.
Baca juga:BSI dan BSI Maslahat Berikan Santunan Untuk 4.444 Anak Yatim Dhuafa
Melalui Rumah Singgah Disabilitas Mandiri (Rumsidisma), Paini menginisiasi gerakan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas di Bekasi. Berangkat dari keyakinan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar yang kerap terabaikan, ia menggagas usaha bersama yang kemudian berkembang menjadi Kedai In-Spirasi.
“Penyandang disabilitas mempunyai emas permata bahkan berlian, namun tanpa tindakan nyata orang tidak akan mempercayai kami. Maka lahirlah Kedai In-Spirasi ini yang seluruh pengelolanya adalah penyandang disabilitas binaan Rumsidisma,” ujar Paini kepada datariau.com dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).
Sebelum memiliki tempat usaha tetap, para binaan disabilitas hanya mengandalkan bazar untuk menjual produk sederhana seperti pecel, kue kering, telur asin, aksesori, hingga jasa menjahit. Keterbatasan akses usaha dan stigma sosial menjadi tantangan besar yang harus mereka hadapi.
Baca juga:BSI Maslahat Bagikan 23000 Paket Berbuka Puasa dan Sahur
Banyak masyarakat, bahkan keluarga sendiri, meragukan kemampuan penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi. Kondisi tersebut mendorong Paini untuk membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya.
Perjalanan pemberdayaan ini mendapat dukungan besar dari BSI Maslahat melalui program UMKM Disabilitas. Lembaga tersebut menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp350 juta kepada 21 penyandang disabilitas.
Sebanyak 14 orang di antaranya kini aktif berkarya di Kedai In-Spirasi, mulai dari proses produksi, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan operasional. Sementara lainnya menjalankan usaha mandiri seperti kuliner, jamu, hingga jasa jahit.
Baca juga:BSI Maslahat Serahkan Bantuan Renovasi Rumah Sakit Abu Yusuf An-Najjar di Gaza
Saat ini, Kedai In-Spirasi telah menghasilkan lebih dari 20 produk kuliner yang dipasarkan secara langsung maupun daring. Berkat pengelolaan yang semakin baik, usaha tersebut mampu membukukan transaksi rata-rata antara Rp15 juta hingga Rp30 juta per bulan.
Tak hanya bantuan modal, BSI Maslahat juga memberikan pendampingan berkelanjutan berupa pelatihan literasi digital dan penguatan branding produk agar lebih dikenal masyarakat luas.
“BSI Maslahat bukan sekadar mitra, tetapi sudah seperti orang tua bagi kami,” kata Paini.
Baca juga:BSI Maslahat Alirkan Harapan Melalui Program Air Bersih Tirta Berseri Untuk Warga Linggajaya Kuningan
Keberhasilan Kedai In-Spirasi juga menarik perhatian banyak pihak, termasuk sejumlah figur publik yang datang berkunjung. Produk yang dihasilkan bahkan dinilai mampu bersaing di pasar umum.
“Produk kami bukan untuk belas kasihan. Produk kami benar-benar enak dan layak dijual kepada semua kalangan. Bahkan sambal pecel kami pernah dibawa ke Jerman empat kali berturut-turut,” ungkapnya.
Bagi anggota komunitas disabilitas, keberadaan Kedai In-Spirasi telah membawa perubahan besar, terutama dalam aspek ekonomi dan kepercayaan diri. Kolaborasi antaranggota yang berasal dari berbagai ragam disabilitas juga menjadi kekuatan utama dalam menjalankan usaha sehari-hari.
Ke depan, Paini berharap Kedai In-Spirasi dapat memiliki tempat usaha permanen dan membuka cabang baru agar manfaatnya semakin luas bagi penyandang disabilitas lainnya.
Melalui program pemberdayaan ekonomi inklusif ini, BSI Maslahat menunjukkan bahwa dukungan yang tepat mampu membuka jalan menuju kemandirian dan kesejahteraan bagi penyandang disabilitas.***
Baca juga:BSI Maslahat Selenggarakan Leadventure Camp 2025 untuk Awardee BSI Scholarship Pelajar di Jambi